detikcom

Kamis, 17/03/2011 13:50 WIB

Penyaluran Bantuan untuk Korban Tsunami Jepang Melalui PMI Pusat

Rois Jajeli - detikNews
Surabaya - Bagi masyarakat yang ingin membantu warga Jepang yang menjadi korban bencana tsunami bisa disalurkan melalui Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat. Bantuan kemanusiaan berupa uang bisa ditransfer rekening 0700004804337 Bank Mandiri.

"Kami juga menerima bantuan kemanusiaan melalui bank atas nama Palang Merah Indonesia Jepang," ungkap Deputy Consul General Consulat General of Japan di Surabaya, Tetsuro Taniuchi kepada wartawan di kantor Konjen Jepang di Jalan Sumatera, Kamis (17/3/2011).

Dari data resmi yang disampaikan Konjen Jepang di Surabaya, data terakhir tercatat jumlah warga di Jepang yang meninggal akibat bencana itu sebanyak 4.314 jiwa, yang mengalami luka-luka 2.285 jiwa, korban hilang sebanyak 8.606 jiwa. Sedangkan yang jumlah yang telah dievakuasi mencapai 416.119 jiwa.

Tetsuro mengatakan, saat ini di Jepang masih musim dingin, sehingga warga yang dievakuasi yang paling penting saat ini membutuhkan selimut. "Kalau ada bantuan selimut dan bantuan kemanusiaan, bisa dikirimkan ke kantor Palang Merah Indonesia (PMI) di Jakarta," jelasnya.

Kantor PMI Pusat yang mengelola bantuan dana kemanusiaan untuk korban bencana gempa dan tsunami di Jepang, yakni beralamatkan di Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav 96 Jakarta.

Ia mengatakan, pemerintah Indonesia juga akan mengirimkan pasukan rescue ke Jepang. Namun, sampai saat ini, belum tiba di Jepang.

"Kami ucapkan terima kasih banyak dan Pemerintah Jepang juga sudah menerima surat duka cita dari Presiden Bambang Yudhoyono," jelasnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(gik/gik)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
62%
Kontra
38%