Rabu, 02/03/2011 10:47 WIB

Kapolda Jatim Dimutasi

Rois Jajeli - detikNews
Halaman 1 dari 2
Surabaya - Tongkat komando Polda Jatim akan berpindah tangan dari Irjen Pol Badrodin Haiti ke Irjen Pol Untung S Radjab. Berdasarkan Surat Telegram Rahasia (STR) nomor STR/171/III/2011 tanggal 1 Maret 2011, Badrodin akan dimutasi menjabat sebagai Korsahli Kapolri. Sedangkan penggantinya Irjen Pol Untung S Radjab yang sebelumnya menjabat di Widyaiswara Utama Sespim Polri Lemdikpol.

Badrodin menjadi orang nomor satu di jajaran kepolsian di Jatim sekitar 7 bulan
atau resmi menjabat sebagai Kapolda Jatim, Jumat (20/8/2010). Banyak terobosan yang dilakukan Badrodin selama menjabat kapolda. Diantaranya bersama Muspida mengumpulkan pentolan suporter sepakbola di Jatim agar rukun dan damai.

Selain itu dikenal tegas terhadap anak buahnya yang melanggar atau bertugas melebihi kewenangannya. Seperti kasus Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Manan Soebeti yang menembak pelaku pencurian kabel dari oknum tentara, regional traffic management centre (RTMC) dan terobosan lainnya.

Perwira tinggi (pati) yang akan menggantikan Badrodin Haiti yakni Irjen Pol Untung S Radjab. Untung sebelumnya menjabat sebagai di Widyaiswara Utama Sespim Polri Lemdikpol.

Untung tidak asing lagi dengan karakter warga Jawa Timur, pasalnya mantan Kapolda DIY Yogyakarta dan Kapolda Kalsel ini pernah bertugas menjabat sebagai Kapolres Surabaya Selatan.

Selain kedua pati tersebut, dalam STR/171/III/2011 tanggal 1 Maret 2011 yang ditandatangani Wakapolri baru Komjen Nanan Soekarna, juga ada 14 pati lainnya
yang dimutasi, yakni Komjen Fajar Prihantoro yang semula menjabat Kabaharkam
Polri diangkat sebagai Irwasum Polri menggantikan Komjen Nanan Soekarna. Posisi
Fajar di Kabahrkam digantikan oleh Komjen Imam Sudjarwo yang semula menjabat
sebagai Kalemdikpol.

Jabatan Kalemdikpol digantikan oleh Irjen Oegroseno yang sebelumnya menjabat
Kapolda Sumatera Utara. Sementara posisi Oegroseno kini diduduki oleh Irjen Wisnu Amat Sastro yang semula menjabat sebagai Sahlijemen Kapolri.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(roi/fat)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
75%
Kontra
25%