detikcom

Jumat, 18/02/2011 16:18 WIB

Makam Gus Dur Ambles, Peziarah Lihat Kain Kafan Masih Utuh foto

Tamam Mubarrok - detikNews
Makam Gus Dur usai ambles/Tamam M
Jombang - Amblesnya makam Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid atau yang akrab dipanggil Gus Dur diketahui beberapa peziarah. Saat itu peziarah yang datang bertepatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Selasa (15/2/2011) sore hari melihat tanah gundukan itu bergerak.

Salah satu saksi yang sehari-hari berjualan VCD tentang Gus Dur, Waldi (37) mengaku selain melihat tanah bergerak dirinya juga melihat kain kafan itu utuh dan masih putih. Padahal usia makam sudah berusia 1 tahun.

Pria yang tinggal di kawasan Tebuireng Gang 2 mengaku berteduh di sebelah barat makam Gus Dur saat hujan deras. Beberapa saat kemudian, tiba-tiba makam Gus Dur ambles.

"Saya lihat sendiri, makam Gus Dur ambles dan kelihatan kain kafannya masih utuh," kata Waldi saat ditemui detiksurabaya.com di Tebuireng Gang 2 tempatnya berjualan, Jumat (18/2/2011).

Saat itu juga, kata Waldi, pihaknya segera melapor ke petugas keamanan ponpes. Tanpa menghiraukan hujan, beberapa pengurus ponpes berusaha memperbaiki dan memperbaiki makam dengan pasir agar kondisi makan tidak terlalu parah. Peziarah pun disarankan untuk tidak mengambil gambar Gus Dur yang terlihat kain kafannya yang utuh.

Dari pengamatan detiksurabaya.com, saat ini makam Gus Dur sudah dibenahi menggunakan pasir dan telah dipasang pagar pembatas agar peziarah tidak mengambil gambar.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(fat/fat)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
75%
Kontra
25%