detikcom
Senin, 31/01/2011 17:12 WIB

BP3 Trowulan Teliti Situs Biting

Santi Rahayu - detikNews
Halaman 1 dari 2
Situs Biting/File
Lumajang - Ancaman kerusakan cagar budaya Situs Biting di Kabupaten Lumajang yang merupakan peninggalan purbakala dari era Kerajaan Majapahit, mendapatkan perhatian dari arkeolog Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan di Mojokerto.

Senin (31/1/2011) siang, 4 orang arkeolog dari BP3 Trowulan yang dipimpin Danang Wahyu Utomo selaku Kepala Pokja Perlindungan Situs Purbakala BP3 Trowulan mendatangi situs Biting di Dusun Biting, Desa Kutorenon, kecamatan Sukodono. Kedatangan para arkeolog ini untuk melakukan penelitian awal guna mempersiapkan rekomendasi penyelamatan situs bersejarah tersebut.

Ditemui detiksurabaya.com di lokasi Situs makam Minak Koncar atau Prabu Nararya Kirana, pendiri Lumajang, Danang Wahyu Utomo menyampaikan jika kedatangannya untuk merespon munculnya informasi yang disampaikan para arkeolog asal Lumajang yang tergabung dalam elemen Masyarakat Peduli Peninggalan Majapahit (MPPM) yang sebelumnya mempersoalkan ancaman kerusakan situs tersebut dari perluasan Perumahan di kawasan Biting dan sebagaian lainnya berubah menjadi areal persawahan.

"Kami datang untuk meneliti keberadaan situs Biting ini. Penelitian ini sifatnya bukan eksplorasi secara besar-besaran. Namun, kami melihat lokasi dan mencocokkan dengan peta situs yang kami miliki. Sesuai rencana, kami ingin melakukan pehyelamatan situs ini dengan mereskonstruksi situs setelah mendapatkan laporan penemuan struktur batu-bata di areal ini," bebernya.

Dari penelitian awal ini dan mencocokan dengan peta situs Biting yang dimiliki BP3 Trowulan, luasan areal Situs Biting yang merupakan wilayah Kerajaan Majapahit bagian timur ini seluas 135 hektar.

"Namun diantara keseluruhan luasan areal Situs ini, memang sudah ada yang berubah menjadi wilayah pemukiman warga. Dan melihat gambaran di lokasi, dengan mencocokan keberadaan benteng pertahanan di Situs Biting ini, arealnya meliputi wilayah yang berbatasan dengan alur sungai yang merupakan tempat yang sangat tepat untuk membangun benteng pertahanan jaman dahulu kala," ujar Danang.

Dari penelitian awal ini, arkeolog BP3 Trowulan berinisiatif untuk melakukan eksplorasi lebih jauh lagi guna memetakan bagian-bagian yang bisa diselamatkan dari keseluruhan areal yang ada.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(bdh/bdh)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%
MustRead close