Detik.com News
Detik.com
Kamis, 27/01/2011 13:20 WIB

Menapak Jejak Kerajaan Kediri (3)

Jongko Joyoboyo, Peninggalan Tak Berwujud yang Terasa Nyata

Samsul Hadi - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jongko Joyoboyo, Peninggalan Tak Berwujud yang Terasa Nyata
Kediri - Berbicara Kerajaan Kediri memang tak bisa dipisahkan dari sosok Sri Aji Jayabaya. Dari nama tersebut yang juga tak bisa dilupakan adalah Jongko Joyoboyo, ramalan sang raja untuk masa mendatang. Banyak pihak meyakini isi ramalan tersebut benar terjadi, meski saat ini naskah aslinya tidak dapat dijumpai lagi.

Supoyo, juru kunci Sendang Kamandanu membenarkan jika Jongko Joyoboyo adalah peninggalan dari Kerajaan Kediri yang saat ini sudah tak berwujud. Naskah aslinya yang diperkirakan ditulis di atas daun lontar diduga ikut lenyap bersamaan dengan hancurnya fisik kerajaan, sementara salinannya dalam lempengan besi diduga tersimpan di sebuah museum di Belanda.

"Kabarnya begitu. Itu dibawa oleh Belanda saat akan meninggalkan Indonesia, saat
mereka kalah dari Jepang dulu," kata Supoyo saat berbincang dengan detiksurabaya.com, Kamis (27/1/2011).

Supoyo menjelaskan, Jongko Joyoboyo adalah sekumpulan sabda dari Sri Aji Jayabaya yang ditulis oleh 2 orang pujangga kepercayaannya. Belakangan sabda tersebut lebih dikenal sebagai ramalan, karena banyak yang saat ini terbukti dan juga masa mendatang. Gambaran kejadian yang akan datang dalam Jongko Joyoboyo dipecah menjadi 3 masa, yaitu Kalisworo, Kaliyogo dan Kalisangsoro.

Meski sudah 'tak berwujud' Jongko Joyoboyo bukan berarti tidak dapat diketahui, karena petikan-petikannya sekarang banyak digandakan dan diperjual belikan secara bebas.

"Kalau yang petikan biasanya sudah diubah jadi syair-syair Jawa, seperti tembang. Ada yang kinanthi, dandang gendhis dan lain sebagainya," jelas Supoyo.

Untuk contoh tembang kinanthi yang termuat di petikan Jongko Joyoboyo, masih kata Supoyo, diantaranya adalah Riwayat kanthi daharu, lelakone jaman wuri, kang badhe
jumeneng Nota amengku Bawono Jawi, kusumo trahing Narendro kang sinung panggalih suci. Tembang tersebut banyak disebut merupakan ramalan untuk pemimpin bangsa Indonesia mendatang, yang bisa menjadikan negara ini makmur sejahtera.Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(bdh/bdh)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%