detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 02:48 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 27/01/2011 13:20 WIB

Menapak Jejak Kerajaan Kediri (3)

Jongko Joyoboyo, Peninggalan Tak Berwujud yang Terasa Nyata

Samsul Hadi - detikNews
Halaman 1 dari 2
Kediri - Berbicara Kerajaan Kediri memang tak bisa dipisahkan dari sosok Sri Aji Jayabaya. Dari nama tersebut yang juga tak bisa dilupakan adalah Jongko Joyoboyo, ramalan sang raja untuk masa mendatang. Banyak pihak meyakini isi ramalan tersebut benar terjadi, meski saat ini naskah aslinya tidak dapat dijumpai lagi.

Supoyo, juru kunci Sendang Kamandanu membenarkan jika Jongko Joyoboyo adalah peninggalan dari Kerajaan Kediri yang saat ini sudah tak berwujud. Naskah aslinya yang diperkirakan ditulis di atas daun lontar diduga ikut lenyap bersamaan dengan hancurnya fisik kerajaan, sementara salinannya dalam lempengan besi diduga tersimpan di sebuah museum di Belanda.

"Kabarnya begitu. Itu dibawa oleh Belanda saat akan meninggalkan Indonesia, saat
mereka kalah dari Jepang dulu," kata Supoyo saat berbincang dengan detiksurabaya.com, Kamis (27/1/2011).

Supoyo menjelaskan, Jongko Joyoboyo adalah sekumpulan sabda dari Sri Aji Jayabaya yang ditulis oleh 2 orang pujangga kepercayaannya. Belakangan sabda tersebut lebih dikenal sebagai ramalan, karena banyak yang saat ini terbukti dan juga masa mendatang. Gambaran kejadian yang akan datang dalam Jongko Joyoboyo dipecah menjadi 3 masa, yaitu Kalisworo, Kaliyogo dan Kalisangsoro.

Meski sudah 'tak berwujud' Jongko Joyoboyo bukan berarti tidak dapat diketahui, karena petikan-petikannya sekarang banyak digandakan dan diperjual belikan secara bebas.

"Kalau yang petikan biasanya sudah diubah jadi syair-syair Jawa, seperti tembang. Ada yang kinanthi, dandang gendhis dan lain sebagainya," jelas Supoyo.

Untuk contoh tembang kinanthi yang termuat di petikan Jongko Joyoboyo, masih kata Supoyo, diantaranya adalah Riwayat kanthi daharu, lelakone jaman wuri, kang badhe
jumeneng Nota amengku Bawono Jawi, kusumo trahing Narendro kang sinung panggalih suci. Tembang tersebut banyak disebut merupakan ramalan untuk pemimpin bangsa Indonesia mendatang, yang bisa menjadikan negara ini makmur sejahtera.Next

Halaman 1 2

Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(bdh/bdh)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
84%
Kontra
16%