Minggu, 23/01/2011 18:02 WIB

Pembangunan Jalan Tol Sumo Ditengarai Menyimpang

Budi Hartadi - detikNews
Surabaya - Pembangunan jalan tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) sepanjang 36 Km ditengarai
terjadi penyimpangan, khususnya rencana pemasangan lampu penerangan jalan yang telah ditetapkan Badan Standarisasi Nasional (BSN).

Temuan itu diungkapkan oleh Forum Peduli Bangsa Kota Surabaya, saat berbincang-bincang dengan wartawan di Rumah Makan Ria Galeria, Jalan Bangka, SUrabaya, Minggu (23/1/2011).

"Ada indikasi potensi penyimpangan. Salah satunya adalah rencana penggunaan
kualitas penerangan jalan di bawah Standar Nasional Indonesia (SNI)," kata Yanto Tohir, Ketua Aktivis Forum Peduli Bangsa Kota Surabaya.

Menurut Tohir, pihaknya mendapat informasi dari beberapa sumber terpercaya jika ada intervensi direksi dalam pemenangan tender pemasangan lampu. Padahal dalam tender tersebut spesifikasi yang diajukan tidak sesuai dengan aturan.

Penyimpangan yang terjadi, kata Yanto, yakni menurunkan standar lampu penerangan tol dari ketentuan. Jika seharusnya menggunakan ketentuan LUX 15-20, maka akan diturunkan menjadi LUX 7-10.

"Padahal dalam kebijakan spesifikasi jalan di kawasan perkotaan oleh BSN, LUX 7-10 untuk jalan kolektor primer maupun sekunder, bukan untuk jalan tol," ujar Yanto.

Yanto menambahkan, tingkat kuat pencahayaan kemerataan (uniformity) lampu 6-7
hanya 0,14%, sedangkan lampu LUX 15-20 mencapai 0,20%. Dari sisi luminasi atau pencahayaan, lampu LUX 6-7 hanya 0,50% dan lampu LUX 15-20 mencapai 0,70%. Dan dari sisi batasan kesilauan, lampu LUX 6-7 mencapai 20% sementara lampu LUX 15-20% mencapai 10%.

Dengan adanya penyimpangan ini tegas Yanto, maka yang akan sangat dirugikan
adalah masyarakat pengguna jalan tol Sumo. "Mestinya mendapat penerangan kualitas A, malah dapat B. Itu dari segi konsumen. Dari sisi anggaran proyek, patut diduga ada penyimpangan," ungkap dia lagi.

Sementara dihubungi terpisah, Ketua DPD Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia (Aklindo) Jatim, Sutan Kasidal menyatakan, pemenuhan standar, bentuk dan kualitas lampu untuk jalan tol Surabaya-Mojokerto merupakan realitas yang tak bisa ditawar-tawar.

Sultan menambahkan, salah satu syarat penting kualifikasi lampu untuk jalan tol adalah memiliki kekuatan 15 sampai 20 LUX. "Di bawah standar itu harus ditolak, karena tidak memenuhi kualifikasi," tegas dia.

Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(bdh/fat)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%