Detik.com News
Detik.com

Selasa, 11/01/2011 09:00 WIB

Produk Sehat untuk Perokok

Jadi Alat Terapi, Divine Cigarette Tidak Dijual Bebas

Muhammad Aminudin - detikNews
Jadi Alat Terapi, Divine Cigarette Tidak Dijual Bebas
Malang - Untuk mengembangkan produknya sebagai alat terapi kesehatan, Prof Sutiman Bambang Sumitri bersama dr Saraswati pengelola klinik Rumah Sehat, menerapkan terapi bagi perokok dengan divine cigarette. Rokok ini tidak dijual secara bebas, hanya diperuntukkan bagi para pasien.

"Rokok ini murni tembakau dan cengkeh, hanya saja menggunakan divine cigarette pada filternya. Para pasien yang datang, kita asapi untuk meluruhkan radikal bebas dalam tubuhnya," kata dr Saraswati, ditemui detiksurabaya.com di klinik Rumah Sehat Jalan Surakarta, Malang, Selasa (11/1/2011).

Para pasien yang kebanyakan menderita kanker datang untuk menjalani terapi dari berbagai penjuru tanah air. Metode terapi sendiri dengan jalan mengasapi seluruh ruangan terapi dengan divine cigarette, dan menyemburkan asap ke bagian tubuh pasien. Sebelum mejalani terapi, pasien terlebih dulu menjalani observasi guna mengetahui penyakit yang diidapnya.

"Proses terapi butuh waktu, sesuai dengan jenis penyakit dan tingkat keparahannya. Untuk biaya minimal Rp 200 ribu, itu sudah termasuk terapi balur yang kita padukan dengan divine cigarette. Para pasien juga kita minta merokok divine cigarette di rumah sebagai terapi," beber Saraswati.

Saraswati mengaku sebelumnya membuka klinik ini, metode divine cigarette telah diterapkan kepada suaminya serta istri Sutiman. yang mana keduanya sama-sama menderita kanker. Setelah beberapa lama terapi divine cigarette penyakit keduanya sembuh.

Ina Fardia (72), asal Palu, merupakan salah satu pasien terapi divine cigarette sebelumnya telah divonis menderita kanker payudara. Dia setiap dua pekan sekali mendatangi klinik Rumah Sehat yang dirintis sejak akhir 2007 silam oleh Sutiman dan Saraswati itu. Selain menjalani terapi dengan datang ke klini, Ina juga harus mengkonsumsi divine cigarette sebanyak 30 batang per harinya.

"Ibu merokok pagi dan sore, sebanyak 30 batang sehari, kalau di rumah. Alhamdulillah sudah beberapa bulan ini, ada perkembangan baik," terang Arif Hariyono putra Ina saat mengantar ke klinik rumah sehat.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(bdh/bdh)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
90%
Kontra
10%