Senin, 10/01/2011 13:03 WIB

Beda Nama Tapi Satu Alamat, Bakal Kena Pajak Progresif

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Surabaya - Sejak awal tahun ini, pajak progresif diberlakukan terhadap pemilik mobil pribadi yang mempunyai lebih dari satu dan pemilik motor yang silinder motornya di atas 250 cc. Ada pengertian jika pajak progresif hanya dikenakan terhadap nama pemilik kendaraan saja. Ternyata tidak, alamat juga menjadi catatan petugas untuk pengenaan pajak progresif.

"Tak hanya nama, alamat juga dilihat untuk pengenaan pajak progresif," kata Kepala Dinas Pendapatan (Kadispenda) Jatim, Anak Agung Gde Raka Wija, saat dihubungi detiksurabaya.com, Senin (10/1/2011).

Gde, mengatakan bahwa pajak progresif memang diterapkan pada kendaraan yang terdaftar dalam nama satu kepala keluarga baik nama anak, istri maupun orangtua berdasarkan Kartu Susunan Keluarga (KSK).

Bagaimana jika kendaraan tersebut dijual, sedangkan si pembeli belum melakukan balik nama? Gde mengatakan bahwa jika kasusnya seperti itu, maka si penjual kendaraan bisa mendatangi loket khusus di Samsat.

Di loket khusus tersebut menurut Gde, si penjual bisa menginformasikan jika mobilnya sudah dijual dan belum dibalik nama. Disitu pula para pemilik kendaraan bisa meng-updated kepemilikan semua kendaraannya.

"Kalau tidak melapor, tetap kena pajak progresif karena kami juga tidak tahu jika kendaraan tersebut sudah dijual," tambah Gde.

Seterusnya, tambah Gde, si pembeli juga bisa mendapatkan kemudahan karena kebijakan pajak progresif juga dibarengi dengan kebijakan pemutihan. Kebijakan pembebasan biaya sanksi dan denda ini akan berlaku hingga bulan Juni mendatang.

Pajak progresif sendiri mengatur bahwa kendaraan pertama dikenai Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) 1,5 %, kendaraan kedua 2 %, kendaraan ketiga 2,5 % dan kendaraan keempat dan seterusnya sebesar 3,5 %.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(bdh/bdh)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%