detikcom
Senin, 10/01/2011 07:07 WIB

Pajak Progresif Berlaku di Jatim, Kendaraan 'Tua' Didiskon 50%

Zainal Effendi - detikNews
Surabaya - Bagi Anda warga Jawa Timur yang memiliki mobil pribadi lebih dari satu, bersiap saja membayar pajak lebih tinggi. Mulai 2011 akan diberlakukan pajak progresif.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur mulai berlakukan pajak progresif bagi pemilik kendaraan roda empat lebih dari satu maupun sepeda motor ber-CC besar. Pungutan pajak progresif diberlakukan efentif sejak 1 Januari 2011.

Pajak Kendaraan Bermotor dikenakan 1,5 persen bila memiliki satu kendaraan, kendaraan kedua dikenai pajak 2 persen, kendaraan ketiga dikenai pajak 2,5 persen dan kendaraan keempat dan seterusnya dikenai pajak 3,5 persen.

Pemerintah juga memberikan diskon sebesar 50 persen bagi PKB kendaraan yang berumur 25 tahun ke atas atau buatan tahun 1985. Kendaraan roda dua yang usianya 25 tahun ke atas akan dikenakan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar 50 persen dari pajak yang harus dibayar.

"Bagi mobil yang usinya sudah tua memang dapat diskon 50 persen dari nilai pajak," kata Kepala Dinas Pendapatan Provinsi Jatim, Anak Agung Gde Raka Wija, Senin (10/1/2011).

Gde menjelaskan, untuk kepemilikan kendaraan tua akan naik sebesar 1,5%, kendaraan umum atau plat kuning naik 1%. Sedangkan untuk kendaraan sosial/keagamaan/TNI-Polri serta kendaraan alat berat naik 0,2 persen.

Sementara jumlah objek yang dikenakan kenaikan PKB di Jatim sebanyak 9.681.155 unit. Dengan rincian sepeda motor sejumlah 8.524.371 unit roda empat jenis sedan sebanyak 131.257 unit, 78.752 unit untuk jenis jeep dan 565.656 unit untuk jenis station wagon.

"Untuk jenis truk sebanyak 363.573 unit dan bus sebanyak 17.237 unit serta 309 unti untuk kendaraan/alat berat," jelasnya.

Dia mengungkapkan, tarif progresif juga akan diberlakukan khusus untuk kendaraan milik pribadi dan kendaraan bermotor di atas 250 cc serta yang mempunyai kendaraan lebih dari satu. "Yang kita kenakan pajak progresif sebesar 2% adalah pemilik lebih satu mobil pribadi dan roda 2 yang cc nya di atas 250 cc," imbuhnya.

Namun bagi pemilik kendaraan yang memiliki lebih dari dua dengan satu nama yang sama akan dikenakan pajak progresif sebesar 2,5% dan 3% untuk yang memiliki 4 kendaraan. "Dan 5% untuk yang memiliki 5 kendaraan," tuturnya.

Dari 9.681.155 unit obyek kendaraan, kata Gde, hanya 309.744 unit yang dikenakan pajak progresif atau sebesar 3,20%. Dengan diberlakukannya pajak progresif, pajak penerimaan provinsi sebanyak Rp 54 miliar lebih.

Penerapan pajak progresif itu merupakan amanat dari Peraturan Daerah Jawa Timur No 09 tahun 2010 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dan Undang-undang No 28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ze/fat)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
53%
Kontra
47%