detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 23:06 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 10/01/2011 07:07 WIB

Pajak Progresif Berlaku di Jatim, Kendaraan 'Tua' Didiskon 50%

Zainal Effendi - detikNews
Surabaya - Bagi Anda warga Jawa Timur yang memiliki mobil pribadi lebih dari satu, bersiap saja membayar pajak lebih tinggi. Mulai 2011 akan diberlakukan pajak progresif.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur mulai berlakukan pajak progresif bagi pemilik kendaraan roda empat lebih dari satu maupun sepeda motor ber-CC besar. Pungutan pajak progresif diberlakukan efentif sejak 1 Januari 2011.

Pajak Kendaraan Bermotor dikenakan 1,5 persen bila memiliki satu kendaraan, kendaraan kedua dikenai pajak 2 persen, kendaraan ketiga dikenai pajak 2,5 persen dan kendaraan keempat dan seterusnya dikenai pajak 3,5 persen.

Pemerintah juga memberikan diskon sebesar 50 persen bagi PKB kendaraan yang berumur 25 tahun ke atas atau buatan tahun 1985. Kendaraan roda dua yang usianya 25 tahun ke atas akan dikenakan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar 50 persen dari pajak yang harus dibayar.

"Bagi mobil yang usinya sudah tua memang dapat diskon 50 persen dari nilai pajak," kata Kepala Dinas Pendapatan Provinsi Jatim, Anak Agung Gde Raka Wija, Senin (10/1/2011).

Gde menjelaskan, untuk kepemilikan kendaraan tua akan naik sebesar 1,5%, kendaraan umum atau plat kuning naik 1%. Sedangkan untuk kendaraan sosial/keagamaan/TNI-Polri serta kendaraan alat berat naik 0,2 persen.

Sementara jumlah objek yang dikenakan kenaikan PKB di Jatim sebanyak 9.681.155 unit. Dengan rincian sepeda motor sejumlah 8.524.371 unit roda empat jenis sedan sebanyak 131.257 unit, 78.752 unit untuk jenis jeep dan 565.656 unit untuk jenis station wagon.

"Untuk jenis truk sebanyak 363.573 unit dan bus sebanyak 17.237 unit serta 309 unti untuk kendaraan/alat berat," jelasnya.

Dia mengungkapkan, tarif progresif juga akan diberlakukan khusus untuk kendaraan milik pribadi dan kendaraan bermotor di atas 250 cc serta yang mempunyai kendaraan lebih dari satu. "Yang kita kenakan pajak progresif sebesar 2% adalah pemilik lebih satu mobil pribadi dan roda 2 yang cc nya di atas 250 cc," imbuhnya.

Namun bagi pemilik kendaraan yang memiliki lebih dari dua dengan satu nama yang sama akan dikenakan pajak progresif sebesar 2,5% dan 3% untuk yang memiliki 4 kendaraan. "Dan 5% untuk yang memiliki 5 kendaraan," tuturnya.

Dari 9.681.155 unit obyek kendaraan, kata Gde, hanya 309.744 unit yang dikenakan pajak progresif atau sebesar 3,20%. Dengan diberlakukannya pajak progresif, pajak penerimaan provinsi sebanyak Rp 54 miliar lebih.

Penerapan pajak progresif itu merupakan amanat dari Peraturan Daerah Jawa Timur No 09 tahun 2010 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dan Undang-undang No 28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(ze/fat)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%
MustRead close