detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 13:06 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 03/01/2011 17:05 WIB

Gubeng-Bandara Juanda akan Dilayani Kereta Listrik

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Surabaya - Dalam waktu dua tahun ke depan, Surabaya bakal punya akses jalan kereta api dari Stasiun Gubeng menuju ke Bandara Internasional Juanda. Jalan Kereta Rel Listrik (KRL) elevated itu akan membawa penumpang langsung turun di bandara di kawasan Sedati Sidoarjo tersebut.

"Dibangun di atas jalur rel yang sudah ada," kata Humas PT KA Daops VIII, Sri Winarto, kepada wartawan di kantor PT KA Daops VIII, Jalan Gubeng Masjid, Senin (3/1/2011).

Winarto mengungkapkan bahwa pembangunan akses jalan kereta langsung ke bandara merupakan suatu standar akses jalan di suatu negara. Negara-negara maju seperti Jepang dan Singapura sudah mengaplikasikannya sehingga para penumpang yang akan menumpang pesawat bisa dengan mudah mencapai bandara.

"Selama ini akses ke bandara hanya dilakukan motor dan mobil. Pembangunan ini adalah jalur alternatif menuju bandara," tutur Winarto.

Karena jalur alternatif, kata Winarto, maka pembangunan akses jalan kereta ke bandara Juanda diharapkan bisa mengurangi kepadatan dan kemacetan jalan raya. Menurut Winarto, proyek ini merupakan proyek Kementerian Perhubungan dan yang ditunjuk untuk menghadirkan sarana dan prasarana adalah Dirjen KA. Selain Surabaya, Jakarta juga akan memulai proyek ini dengan rute Gambir ke bandara Soekarno Hatta.

"Proyek ini dimulai 2011 dan diharapkan selesai pada 2013. Investasinya saya tidak tahu. Saat ini sedang proses lelang siapa investor yang membangun," lanjut Winarto.

Menurut detil rancangannya, terang Winarto, jalur KRL ini dibangun mulai Gubeng-Sidotopo-Wonokromo- Waru-Sawo Tratap-Juanda. Selain itu juga akan dibangun jalur kereta double track sepanjang 22 km. Rencananya 4 perjalanan dengan menggunakan minimal 5 rangkaian KRL, tambahnya.

Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(iwd/wln)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%