detikcom
Senin, 03/01/2011 17:05 WIB

Gubeng-Bandara Juanda akan Dilayani Kereta Listrik

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Surabaya - Dalam waktu dua tahun ke depan, Surabaya bakal punya akses jalan kereta api dari Stasiun Gubeng menuju ke Bandara Internasional Juanda. Jalan Kereta Rel Listrik (KRL) elevated itu akan membawa penumpang langsung turun di bandara di kawasan Sedati Sidoarjo tersebut.

"Dibangun di atas jalur rel yang sudah ada," kata Humas PT KA Daops VIII, Sri Winarto, kepada wartawan di kantor PT KA Daops VIII, Jalan Gubeng Masjid, Senin (3/1/2011).

Winarto mengungkapkan bahwa pembangunan akses jalan kereta langsung ke bandara merupakan suatu standar akses jalan di suatu negara. Negara-negara maju seperti Jepang dan Singapura sudah mengaplikasikannya sehingga para penumpang yang akan menumpang pesawat bisa dengan mudah mencapai bandara.

"Selama ini akses ke bandara hanya dilakukan motor dan mobil. Pembangunan ini adalah jalur alternatif menuju bandara," tutur Winarto.

Karena jalur alternatif, kata Winarto, maka pembangunan akses jalan kereta ke bandara Juanda diharapkan bisa mengurangi kepadatan dan kemacetan jalan raya. Menurut Winarto, proyek ini merupakan proyek Kementerian Perhubungan dan yang ditunjuk untuk menghadirkan sarana dan prasarana adalah Dirjen KA. Selain Surabaya, Jakarta juga akan memulai proyek ini dengan rute Gambir ke bandara Soekarno Hatta.

"Proyek ini dimulai 2011 dan diharapkan selesai pada 2013. Investasinya saya tidak tahu. Saat ini sedang proses lelang siapa investor yang membangun," lanjut Winarto.

Menurut detil rancangannya, terang Winarto, jalur KRL ini dibangun mulai Gubeng-Sidotopo-Wonokromo- Waru-Sawo Tratap-Juanda. Selain itu juga akan dibangun jalur kereta double track sepanjang 22 km. Rencananya 4 perjalanan dengan menggunakan minimal 5 rangkaian KRL, tambahnya.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(iwd/wln)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%