detikcom

Senin, 20/12/2010 21:44 WIB

Pelaku Penjualan Gadis di Bawah Umur Beroperasi 2 Tahun

Rois Jajeli - detikNews
Surabaya - Salah satu tersangka penjualan anak di bawah umur dan dewasa, Yayuk S Setyowati (35) warga Jambu, Jabon, Kecamatan Perak Kabupaten Jombang, sudah beroperasi selama 2 tahun. Sejak 2 tahun lalu tersangka sudah mempunyai 'binaan' mulai anak di bawah umur (SMP-SMA) hingga mahasiswa sebanyak 15 orang.

"Kalau anak sekolah, hanya bisa shortime dan bisa diajak kencan saat jam sekolah atau sebelum pukul 18.00 WIB. Kalau di atas jam 5 sore, mereka tidak mau karena takut ketahuan," kata Kasat Pidum Ditreskrim Polda Jatim AKBP Awang Joko Rumitro di mapolda, Jalan Ahmad Yani, Senin (20/12/2010).

Tarif yang dipatok bagi pelajar bervariasi. Bagi yang terlihat cantik, harganya antara Rp 400 ribu sampai Rp 500 ribu. Kalau yang wajahnya dinilai tak cantik sekitar Rp 350 ribu.

"Tersangka juga menyediakan yang masih perawan dengan harga antara Rp 5 sampai Rp 8 juta. Tapi kebanyakan yang masih perawan ditawarkan ke Surabaya. Sedangkan yang masih pelajar, hanya di sekitar Jombang," tuturnya.

Sebelum ketiban sial dan tertangkap polisi yang menyamar, Yayuk dikenal selektif menerima pria hidung belang yang memesan anak buahnya. Yayuk akan menyelidiki siapa orang yang akan mengajak kencan pelajar maupun gadis 'binaannya'.

Jika dirasa pria itu mencurigakan sebagai polisi, ia tidak mau menerima. Tapi kalau seperti pejabat maupun pengusaha, Yayuk baru berani menunjukkan wajah-wajah anak buahnya yang tersimpan di memori handphonenya.

Setelah yakin, Yayuk berani mengirim pelajar atau gadis yang dijualnya ke peri hidung belang untuk diajak kencan di sebuah hotel atau tempat lainnya. Untuk kalangan pelajar yang khusus short time, Yayuk mendapatkan upah sekitar Rp 100 sampai 150 ribu. Sedangkan gadis yang masih perawan, nilai 'komisinya' lebih besar sekitar Rp 2 juta.

Sementara Kanit Resmob Kompol Eko Siswoyo menambahkan praktek penjualan anak di bawah umur untuk dijadikan PSK, baik pelajar, mahasiswa maupun perawan didapat dari mulut ke mulut. Rata-rata, gadis yang rela menjajakan dirinya, karena faktor ekonomi.

"Tapi kami menduga ada jaringan rekruitmen pelajar, mahasiswa maupun yang tidak sekolah untuk dijadikan PSK. Saat ini maish kita kembangkan terkait dugaan jaringan rekruitmennya," kata Eko.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(roi/fat)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
84%
Kontra
16%