Senin, 20/12/2010 12:50 WIB

Logo Lama KBS Ikan Sura-Buaya Dibaratkan Bak Perkelahian

Norma Anggara - detikNews
Surabaya - Pergantian logo Kebun Binatang Surabaya (KBS) dilatari berbagai alasan. Salah satunya filosofi makna logo sebelumnya, posisi ikan Sura dan Buaya (Boyo) dinilai ibarat sedang terjadi perkelahian.

"Logo milik PTFSS (Perkumpulan Taman Flora dan Satwa Surabaya) yang memakai ikan Sura-Buaya, menggambarkan seperti sedang berkelahi. Apakah ini yang menyebabkan konflik para pengurus PTFS ?" kata Ketua Tim Pengelola Sementara KBS, Toni Sumampau saat dihubungi detiksurabaya.com, Senin (20/12/2010).

Logo yang dimaksud adalah logo lama KBS yang bergambar ikan Sura dan Buaya
(tidak serupa dengan logo Pemkot) ditambah siluit kepala rusa dan tumbuhan di latar belakangnya. Menurut Toni, logo tersebut menggambarkan ketidakakuran pengurus di dalam KBS.

"Terlihat tidak ada akurnya. Selain itu, simbolnya terlalu sulit dan susah diingat," tambahnya.

Sementara simbol ikan Sura dan Buaya telah identik dengan lambang pemerintah kota. Namun dari berbagai pemikiran, pihaknya meyakinkan diri bahwa yang terpenting KBS tidak mengunakan Logo milik pihak PTFSS.

"Lambang ikan Sura-Buaya kan memaknakan sebuah kegagahan dan keperkasaan, dan telah menjadi ikon Pemkot Surabaya. KBS-kan fasilitas hiburan, jadi harus memakai ikon yang sederhana, mudah diingat dan punya nilai jual tinggi," tutur Toni.

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(fat/fat)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 14/09/2014 14:52 WIB
    Lulung: Yang Penting Pak Ahok Manis Bicara, Ai Dukung
    Gb Haji Lulung mengaku sudah tidak ada masalah dengan Ahok yang bersuara keras soal kebobrokan DPRD jika pilkada tidak dilakukan langsung. Dia mengingatkan Ahok berhati-hati bicara sehingga tidak ada yang tersinggung.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
42%
Kontra
58%