detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 04:06 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 20/12/2010 12:50 WIB

Logo Lama KBS Ikan Sura-Buaya Dibaratkan Bak Perkelahian

Norma Anggara - detikNews
Surabaya - Pergantian logo Kebun Binatang Surabaya (KBS) dilatari berbagai alasan. Salah satunya filosofi makna logo sebelumnya, posisi ikan Sura dan Buaya (Boyo) dinilai ibarat sedang terjadi perkelahian.

"Logo milik PTFSS (Perkumpulan Taman Flora dan Satwa Surabaya) yang memakai ikan Sura-Buaya, menggambarkan seperti sedang berkelahi. Apakah ini yang menyebabkan konflik para pengurus PTFS ?" kata Ketua Tim Pengelola Sementara KBS, Toni Sumampau saat dihubungi detiksurabaya.com, Senin (20/12/2010).

Logo yang dimaksud adalah logo lama KBS yang bergambar ikan Sura dan Buaya
(tidak serupa dengan logo Pemkot) ditambah siluit kepala rusa dan tumbuhan di latar belakangnya. Menurut Toni, logo tersebut menggambarkan ketidakakuran pengurus di dalam KBS.

"Terlihat tidak ada akurnya. Selain itu, simbolnya terlalu sulit dan susah diingat," tambahnya.

Sementara simbol ikan Sura dan Buaya telah identik dengan lambang pemerintah kota. Namun dari berbagai pemikiran, pihaknya meyakinkan diri bahwa yang terpenting KBS tidak mengunakan Logo milik pihak PTFSS.

"Lambang ikan Sura-Buaya kan memaknakan sebuah kegagahan dan keperkasaan, dan telah menjadi ikon Pemkot Surabaya. KBS-kan fasilitas hiburan, jadi harus memakai ikon yang sederhana, mudah diingat dan punya nilai jual tinggi," tutur Toni.

Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(fat/fat)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%
MustRead close