Sabtu, 11/12/2010 12:37 WIB

Tak Punya Uang, Joko Aniaya Pemijat Plus-plus

Muhammad Aminudin - detikNews
Halaman 1 dari 2
Malang - Tak punya uang untuk membayar pemijat plus-plus yang disewanya, Joko Susilo alias Andi (27), naik pitam. Dia menganiaya Agustin Susilowati (31), seorang pemijat panggilan.

Aksi itu dilakukannya saat dia membooking Agustin di di Hotel Pinus Jalan Sunandar Priyo Sudarmo, Kota Malang, pada Jumat (10/12/2010) malam.

Akibat perbuatannya, Joko kini menjadi tahanan di Mapolsekta Blimbing. Lelaki yang bekerja sebagai tenaga honorer di Dinas Pendidikan Kabupaten
Pasuruan ini menganiaya Agustin hingga mengalami luka di bagian kepala, setelah dipukul menggunakan batu.

Pelaku membooking Agustin setelah membaca iklan di media cetak. Dalam iklan itu, tukang pijat itu beralamatkan di Perum Ardimulyo blok L 1, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

Tertarik dengan tawaran yang dipajang, pelaku kemudian menghubungi nomor iklan tersebut untuk memesan layanan pijat plus-plus itu. Singkat cerita, pelaku kemudian membooking satu kamar di Hotel Pinus, dimana dirinya akan mendapatkan layanan pijat plus.

Namun kehadiran korban, malah membuat pelaku kalang kabut. Pasalnya dia beranggapan akan mengeluarkan uang dalam jumlah besar, usai menerima layanan pijat korban. Takut ditagih uang jasa, pelaku akhirnya nekat menganiaya korban.

"Keduanya kemudian bertemu di dalam kamar, sesuai pengakuan pelaku, korban belum sempat memijatnya, keburu dia bingung untuk membayar layanan pijat itu, hingga nekat memukuli korban pingsan," ungkap Kapolsek Blimbing AKP Gatot Suseno saat berbincang dengan detiksurabaya.com di mapolsek Jalan Raden Intan, Sabtu (11/12/2010).Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(wln/wln)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 14/09/2014 14:52 WIB
    Lulung: Yang Penting Pak Ahok Manis Bicara, Ai Dukung
    Gb Haji Lulung mengaku sudah tidak ada masalah dengan Ahok yang bersuara keras soal kebobrokan DPRD jika pilkada tidak dilakukan langsung. Dia mengingatkan Ahok berhati-hati bicara sehingga tidak ada yang tersinggung.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
41%
Kontra
59%