detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 17:22 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 03/12/2010 19:23 WIB

Asyik Kencan dengan Janda, Kades Digerebek Warga

TB Utama - detikNews
Tuban - Mabuk bunga cinta, seorang kepala desa (Kades) bernama Supan di Desa Tawaran, Kecamatan Kenduruan, Tuban, lupa diri. Cinta membuatnya gelap mata. Supan lupa dengan jabatan yang disandangnya sebagai seorang pemimpin.

Supan digerebek warga Desa Jlodro, Kecamatan Kenduruan karena ketahuan berasyik masyuk dengan janda kembang nan cantik, Rasmini (34). Tapi Supan ternyata bukan orang yang bodoh, dia berhasil meloloskan diri setelah mengelabui warga yang mengepungnya di rumah sang janda kembang.

Warga Desa Jlodro kemudian melaporkan kisah cinta sang kades ke Polsek Kenduruan. Hubungan antara Supan dengan Rasmini, janda beranak satu itu sudah lama diketahui warga. Bahkan Supan beberapa kali menginap di rumah Rasmini. Selama ini warga diam saja dengan hubungan keduanya. Tapi karena sikap Supan yang dinilai warga sudah kelewat batas, warga kemudian menggerebek keduanya.

Pada Kamis (2/12/2010) malam, warga beramai-ramai menggerebek pasangan tersebut. Warga mengepung rumah sang janda dari empat arah. Saat rumah digedor Supan ke luar menemui warga, ia pura-pura menurut apa kemauan warga. Warga akhirnya menggiring Supan yang naik motor ke Balai Desa Jlodro.

Sialnya disaat warga lengah, Supan langsung kabur dengan motor yang semula dinaikinya secara pelan-pelan. Warga langsung melakukan pengejaran, namun gagal menangkap Supan.

Rencananya, Jumat (3/12/2010), warga yang tidak terima bermaksud melabrak Supan ke rumahnya di Desa Tawaran, namun dihalangan oleh Kades Jlodro, Suroso. Suroso menyarankan warga untuk melaporkan masalah ke Polsek Kenduruan.

"Kami minta masalah ini diselesaikan secara hukum saja. Biar polisi yang menanganinya," kata Kades Jlodro, Kecamatan Kenduruan, Tuban, Suroso, saat dihubungi wartawan.

Setelah mendapat laporan warga, polisi mendatangi Desa Jlodro. Mereka meminta keterangan dari warga tentang kejadian tersebut. Namun polisi belum memanggil Supan.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(wln/wln)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%