detikcom
Jumat, 03/12/2010 19:23 WIB

Asyik Kencan dengan Janda, Kades Digerebek Warga

TB Utama - detikNews
Tuban - Mabuk bunga cinta, seorang kepala desa (Kades) bernama Supan di Desa Tawaran, Kecamatan Kenduruan, Tuban, lupa diri. Cinta membuatnya gelap mata. Supan lupa dengan jabatan yang disandangnya sebagai seorang pemimpin.

Supan digerebek warga Desa Jlodro, Kecamatan Kenduruan karena ketahuan berasyik masyuk dengan janda kembang nan cantik, Rasmini (34). Tapi Supan ternyata bukan orang yang bodoh, dia berhasil meloloskan diri setelah mengelabui warga yang mengepungnya di rumah sang janda kembang.

Warga Desa Jlodro kemudian melaporkan kisah cinta sang kades ke Polsek Kenduruan. Hubungan antara Supan dengan Rasmini, janda beranak satu itu sudah lama diketahui warga. Bahkan Supan beberapa kali menginap di rumah Rasmini. Selama ini warga diam saja dengan hubungan keduanya. Tapi karena sikap Supan yang dinilai warga sudah kelewat batas, warga kemudian menggerebek keduanya.

Pada Kamis (2/12/2010) malam, warga beramai-ramai menggerebek pasangan tersebut. Warga mengepung rumah sang janda dari empat arah. Saat rumah digedor Supan ke luar menemui warga, ia pura-pura menurut apa kemauan warga. Warga akhirnya menggiring Supan yang naik motor ke Balai Desa Jlodro.

Sialnya disaat warga lengah, Supan langsung kabur dengan motor yang semula dinaikinya secara pelan-pelan. Warga langsung melakukan pengejaran, namun gagal menangkap Supan.

Rencananya, Jumat (3/12/2010), warga yang tidak terima bermaksud melabrak Supan ke rumahnya di Desa Tawaran, namun dihalangan oleh Kades Jlodro, Suroso. Suroso menyarankan warga untuk melaporkan masalah ke Polsek Kenduruan.

"Kami minta masalah ini diselesaikan secara hukum saja. Biar polisi yang menanganinya," kata Kades Jlodro, Kecamatan Kenduruan, Tuban, Suroso, saat dihubungi wartawan.

Setelah mendapat laporan warga, polisi mendatangi Desa Jlodro. Mereka meminta keterangan dari warga tentang kejadian tersebut. Namun polisi belum memanggil Supan.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(wln/wln)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%