detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 17:18 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Sabtu, 27/11/2010 20:12 WIB

Gadis Keterbelakangan Mental Dihamili Paman dan Keponakan

Muhammad Aminuddin - detikNews
Malang - Keterbelakangan kondisi mental sebut saja Lara (18), dimanfaatkan JE, seorang pelajar SMP swasta di Dampit, Kabupaten Malang, untuk bisa sepuasnya meniduri. Bahkan ulah bejat itu juga oleh Kabid (43), pamannya.

Akibat perbuatan keduanya, Lara tinggal tak jauh rumah pelaku ini berbadan dua. Kondisi itu akhirnya mengungkap kebejatan pelaku, setelah kedua orang tua Lara bersama perangkat setempat melaporkan ke Polres Malang.

Kini kedua pelaku menjalani penyidikan di UPPA Polres Malang untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. "Kedua pelaku, masih dalam pemeriksaan," kata Kanit UPPA Polres Malang Iptu Arief Ardiansyah dikonfirmasi melalui telpon, Sabtu (27/11/2010) sore.

Menurut Arief, JE saat diperiksa mengaku, jika dirinya memang berniat mendekati Lara, dengan tujuan bisa menikmati tubuh gadis yang mempunyai keterbelakangan mental. Tak susah bagi pelajar kelas XI itu mendekati Lara, karena lokasi rumah mereka berdekatan.

"JE sering mendatangi Lara di rumahnya, sampai kemudian memaksanya untuk berhubungan intim, perbuatan itu dilakukan sejak delapan bulan lalu," ungkapnya.

Perbuatan bejat JE terendus Kabid, pamannya telah beristri dan beranak satu. Kabid dengan sendiri mendatangi Lara di rumahnya untuk meminta 'jatah' dengan ancaman akan mengadukan kepada orang tuanya. Jika menolaknya permintaannya.

"Pelaku Kabid tak lain paman JE, ikut serta meniduri korban, ini sesuai keterangan yang disampaikan korban kepada petugas," beber Arief.

Lara mulanya berusaha menyembunyikan nasib yang dialaminya. Tapi kondisi perutnya semakin membuncit tak bisa menghindar ketika ditanya dirinya tengah berbadan dua. "Ketahuan hamil, kasus ini pun terbongkar," ujar Arief.

Karena perbuatannya kedua pelaku dijerat Pasal 285 KUHP Tentang persetubuhan serta pasal 287 KUHP tentang pencabulan dengan ancaman hukuman di atas 8 tahun penjara.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(fat/fat)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%