detikcom
Senin, 15/11/2010 08:47 WIB

Tarif Airport Tax di Bandara Juanda Direncanakan Naik

Zainal Effendi - detikNews
Surabaya - Airport tax di 17 bandara yang dikelola PT Angkasa Pura 1 akan naik. Kenaikan mulai tanggal 1 Desember dan sebesar Rp 10 ribu. Kenaikan ini sementara akan dikenakan bagi penerbangan domestik.

"Nanti rata-rata kenaikan airport tax sekitar Rp 40 ribu. Kita lakukan dalam rangka peningkatan fasilitas dan pelayanan bandara yang dikelola PT Angkasa Pura I," kata humas PT Angkasa Pura I, Firtson Mansjur saat dihubungi detiksurabaya.com, Senin (15/11/2010).

Pihaknya berjanji, kenaikan tarif pelayanan jasa penumpang pesawat udara (PJP2U) ini akan dibarengi dengan pengembangan prasarana dan fasilitas bandara yang akan terus memberikan pelayanan terbaik bagi penumpang.

"Saat ini kenaikan hanya bagi penerbangan domestik. Selain itu, kenaikan tarif terakhir kali pada 2005 lalu," ungkapnya.

Tarif airport tax yang mengalami kenaikan, selain di Bandara Juanda yang menjadi Rp 40 ribu, Bandara Sepinggan, Balikpapan, Bandara Hasanuddin Makasar, dan Bandara Sam Ratulangi Menado tarif PJP2U menjadi Rp 40 ribu.

Sedangkan, Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta, Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Adi Sumarmo Solo, Bandara Pattimura di Ambon setelah mengalami kenaikan airport tax menjadi Rp 30 ribu. Sementara bagi Bandara Selaparang Mataram dan Bandara Syamsuddin Banjarmasin menjadi Rp 25 ribu.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(ze/wln)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
73%
Kontra
27%