detikcom
Rabu, 03/11/2010 17:20 WIB

Tiga Pelajar Pelaku Video Porno Dijatuhi Vonis Penjara

Samsul Hadi - detikNews
Halaman 1 dari 2
Kediri - Tiga remaja pelaku pemerkosa dan perekam adegan pemerkosaan terhadap seorang pelajar berusia 14 tahun berinisial NA, divonis 3 dan 4 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri.

Tiga pelaku yaitu II (15), dengan dakwaan sebagai perekam divonis 3 tahun penjara, sedangkan RZ (16) dan NR (16), divonis 4 tahun penjara karena terbukti telah melakukan perkosaan terhadap korban.

Persidangan kasus tersebut digelar secara terpisah, dengan dipimpin hakim tunggat Wiryatmi. II yang disidangkan lebih awal dinyatakan bersalah, melanggar Pasal 81 ayat 1 UU Perlindungan Anak nomor 23 tahun 2002, tentang tindak pidana secara sengaja melakukan kekerasan, memaksa anak melakukan persetubuhan dengan orang lain.

Dengan terbuktinya dakwaan, hakim menvonis terdakwa dengan hukuman penjara 3 tahun dan denda sebesar Rp 40 juta, serta apabila tidak sanggup membayar diwajibkan menjalani pelatihan kerja selama 30 hari. Hakim menilai perbuatan terdakwa sangat tercela, meresahkan masyarakat, dan menimbulkan trauma bagi korban.

"Majelis juga memerintahkan agar terdakwa tetap berada dalam rumah tahanan negara, sebagai penerapan fungsinya mendidik terpidana agar lebih baik," tegas Wiryanti dalam putusan yang dibacakannya di Ruang Sidang Anak PN Kabupaten Kediri, Rabu (3/11/2010).

Vonis hakim ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum, yaitu kurungan penjara selama 5 tahun dan denda Rp 60 juta, serta keharusan menjalani pelatihan kerja selama 60 hari.

Sementara dalam persidangan kedua, terdakwa RZ dan NR dinyatakan dengan sah dan terbukti melanggar ketentuan pidana yang sama. Keduanya dovonis 4 tahun penjara dan denda sebesar Rp 30 juta, serta apabila tidak sanggup membayar diwajibkan menjalani pelatihan kerja selama 30 hari.Next

Halaman 1 2

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(wln/wln)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%