Berita Lain
-
Sabtu, 18/05/2013 14:33 WIB
Rem Blong, Bus Putra Mulya 'Terbang' ke Rumah Warga
-
Sabtu, 18/05/2013 12:19 WIB
Candi Diduga Peninggalan Kerajaan Airlangga Ditemukan di Lamongan
-
Jumat, 17/05/2013 17:04 WIB
Dua Jambret Nasabah Bank Nyaris Tewas Dimassa, 1 Orang Ditembak
-
Jumat, 17/05/2013 14:58 WIB
TKI Asal Mojokerto Dikabarkan Meninggal di Malaysia
-
Jumat, 17/05/2013 14:19 WIB
Pengrusakan Masjid Ahmadiyah, Gubernur Jatim: Merusak Itu Salah
Indeks Berita
Suroboyoan
Thread Pilihan

Senin, 06/05/2013 13:32 WIB
SBY Berbaur dengan Wisatawan di Kawasan Gunung Bromo
Posted : aidiralazuardiGaya Hidup
Kamis, 18/04/2013 10:01
Di dunia ini tidak semua hal bisa dibeli dengan uang, misalnya saja kebahagiaan. Tidak harus memiliki harta berlimpah untuk bahagia. Sebab sebuah studi memastikan kebahagiaan pasangan suami istri bisa didapat dari seringnya bercinta.
Resep Bahagia Pasutri: Sering-seringlah Bercinta
Kuliner
Sabtu, 13/04/2013 11:35
Pizza alpukat, mungkin banyak yang belum tahu. Memang pizza rasa baru itu belum populer. Namun sebentar lagi penganan dengan rasa baru dan tentu saja menyehatkan itu akan segera dikenal masyarakat.
Pizza dari Biji Alpukat yang Menyehatkan
Pelajar
Kamis, 21/03/2013 15:37
Masyarakat Sidoarjo diingatkan agar waspada akan terjadinya krisis air bersih. Imbauan itu disampaikan puluhan siswa SD Al Muslim Sidoarjo dalam aksi simpatik peduli air.
Pelajar SD Sidoarjo Ingatkan Krisis Air Bersih
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 3,253.000
-
Rp 21,474.000
Selasa, 26/10/2010 16:51 WIB
Nganjuk -
Gara-gara berebut sumber air bersih, ketegangan terjadi di Desa Margopatut, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk. Ratusan warga dari 4 dusun nyaris terlibat bentrokan, karena merasa paling berhak untuk mendapatkannya.
Ketegangan tersebut bermula dari kedatangan ratusan warga dari Dusun Klili dan Sembung ke balai desa setempat. Memprotes rencana pemerintah desa menyalurkan air dari sebuah sumber yang ada di Dusun Sembung ke daerah sebelahnya, yaitu Dusun Jenangan dan Bango.
Aksi ini mendapatkan tentangan, karena disaat bersamaan terdapat perwakilan warga Dusun Jenangan dan Bango yang tengah mendiskusikan penyaluran air bersama perangkat desa. Mereka membicarakan kelanjutan pembangunan pipa saluran air yang saat ini tengah dikerjakan.
"Apapun bentuknya kami tidak setuju air disalurkan kesana. Lurah harus tahu, kami saja kekurangan air, bagaimana mungkin air bisa disebar-sebarkan," teriak Ali, salah seorang warga Dusun Sembung disambut pembenaran warga lainnya.
Sementara mendapatkan tentangan terkait penyaluran air ke daerahnya, warga dari Dusun Jenangan dan Bango tak tinggal diam. Mereka bersikukuh juga memiliki hak mendapatkan bagian air bersih, dan kondisi ini menjadikan munculnya ketegangan berulang kalihingga nyaris bentrok fisik.
Ketegangan mereda setelah aparat kepolisian dari Polsek Sawahan datang ke Balai Desa
Margopatut, untuk meredam emosi warga. Polisi juga menghalau massa dari Dusun Sembung dan Klili meninggalkan lokasi, karena dikhawatirkan memicu kembali ketegangan massa.
Sebelum akhirnya bersedia meninggalkan balai desa, warga Dusun Sembung dan Klili memaksa kepala desanya menandatangani surat pernyataan, akan menghantikan proyek
sambungan air bersih ke Dusun Jenangan dan Bango.
"Jika ini dilanggar kami akan bertindak keras. Tidak hanya demo, kami akan rusak
sambungan air itu," tegas Ali, kembali disambut teriakan warga sambil meninggalkan balai desa.
Secara terpisah Kepala Desa Margopatut Mujianto mengatakan, keputusan pihaknya
membangun sambungan air ke Dusun Jenangan dan Bango didasarkan pada kebutuhan air bersih di daerah tersebut. Sejauh ini ketersediaannya sangat tipis, karena sebuah
sumber yang ada tidak sanggup menyupali kebutuhan warga.
Meski demikian dengan adanya protes warga Dusun Klili dan Sembung, Mujianto siap
mengoreksi kembali proyek yang tengah dikerjakannya.
"Kami akan susun rencana baru dengan melibatkan semua elemen masyarakat dalam
pembahasannya," tandas Mujianto.
(bdh/bdh)
Berebut Sumber Air, Warga 4 Dusun di Nganjuk Nyaris Bentrok
Samsul Hadi - detikSurabayaKetegangan tersebut bermula dari kedatangan ratusan warga dari Dusun Klili dan Sembung ke balai desa setempat. Memprotes rencana pemerintah desa menyalurkan air dari sebuah sumber yang ada di Dusun Sembung ke daerah sebelahnya, yaitu Dusun Jenangan dan Bango.
Aksi ini mendapatkan tentangan, karena disaat bersamaan terdapat perwakilan warga Dusun Jenangan dan Bango yang tengah mendiskusikan penyaluran air bersama perangkat desa. Mereka membicarakan kelanjutan pembangunan pipa saluran air yang saat ini tengah dikerjakan.
"Apapun bentuknya kami tidak setuju air disalurkan kesana. Lurah harus tahu, kami saja kekurangan air, bagaimana mungkin air bisa disebar-sebarkan," teriak Ali, salah seorang warga Dusun Sembung disambut pembenaran warga lainnya.
Sementara mendapatkan tentangan terkait penyaluran air ke daerahnya, warga dari Dusun Jenangan dan Bango tak tinggal diam. Mereka bersikukuh juga memiliki hak mendapatkan bagian air bersih, dan kondisi ini menjadikan munculnya ketegangan berulang kalihingga nyaris bentrok fisik.
Ketegangan mereda setelah aparat kepolisian dari Polsek Sawahan datang ke Balai Desa
Margopatut, untuk meredam emosi warga. Polisi juga menghalau massa dari Dusun Sembung dan Klili meninggalkan lokasi, karena dikhawatirkan memicu kembali ketegangan massa.
Sebelum akhirnya bersedia meninggalkan balai desa, warga Dusun Sembung dan Klili memaksa kepala desanya menandatangani surat pernyataan, akan menghantikan proyek
sambungan air bersih ke Dusun Jenangan dan Bango.
"Jika ini dilanggar kami akan bertindak keras. Tidak hanya demo, kami akan rusak
sambungan air itu," tegas Ali, kembali disambut teriakan warga sambil meninggalkan balai desa.
Secara terpisah Kepala Desa Margopatut Mujianto mengatakan, keputusan pihaknya
membangun sambungan air ke Dusun Jenangan dan Bango didasarkan pada kebutuhan air bersih di daerah tersebut. Sejauh ini ketersediaannya sangat tipis, karena sebuah
sumber yang ada tidak sanggup menyupali kebutuhan warga.
Meski demikian dengan adanya protes warga Dusun Klili dan Sembung, Mujianto siap
mengoreksi kembali proyek yang tengah dikerjakannya.
"Kami akan susun rencana baru dengan melibatkan semua elemen masyarakat dalam
pembahasannya," tandas Mujianto.
(bdh/bdh)
Baca Juga:
Komentar terkini (0 Komentar)
Berita Terpopuler
- Kamis, 16/05/2013 12:50 WIB
Seorang Sopir Gagahi Pacar Lantaran Cinta Tak Direstui - Kamis, 16/05/2013 14:17 WIB
Briptu Rani Menghilang, Kapolres Mojokerto Dipanggil Kapolda Jatim - Rabu, 15/05/2013 13:12 WIB
Briptu Rani Menghilang
Polisi Cantik itu Didampingi Ibunya Datangi Mabes Polri - Rabu, 15/05/2013 19:22 WIB
Dugaan Briptu Rani Menghilang karena Foto Syur Tersebar Dimentahkan
Komentar Terpopuler
- Minggu, 12/05/2013 19:55 WIB
Priyo Budi Santoso Minta Korban Lumpur Lapindo Lego Lilo - Minggu, 12/05/2013 18:05 WIB
Permukaan Air Lumpur Lapindo Sejajar dengan Bibir Tanggul - Minggu, 12/05/2013 16:59 WIB
Tak Tahan Dianiaya, Seorang Ibu Bunuh Anak Kandung dengan Racun Ikan - Rabu, 15/05/2013 12:13 WIB
Diduga Polisi Cantik Itu Terpukul Akibat Foto Syurnya Beredar
Diskusi Cerdas Tanpa Batas bersama warga Surabaya di forum.detik.com regional Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Jl. Opak No. 12 Surabaya
Telp/ Fax: 031 568 0710
Promosi / Event:
Hubungi: Gilang Permana Seta
Email: gilang[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan:
Email : sales[at]detik.com
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Jl. Opak No. 12 Surabaya
Telp/ Fax: 031 568 0710
Promosi / Event:
Hubungi: Gilang Permana Seta
Email: gilang[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan:
Email : sales[at]detik.com


Sending your message