detikcom

Minggu, 17/10/2010 12:54 WIB

Fenomena Halo Muncul di Surabaya

Budi Hartadi - detikNews
Foto: Budi Hartadi
Surabaya - Warga Kota Surabaya, Minggu (17/10/2010) siang, mendoangakan kepala ke arah matahari. Mereka penasaran karena ingin melihat fenomena unik yang jarang terjadi. Matahari yang bersinar terik di atas Kota Pahlawan tampak terlihat dikelilingi cincin pelangi.

"Kita pingin lihat fenomena yang langka. Katanya matahari dikelilingi pelangi," ujar Herbowo (38), saat menghentikan mobil Mitsubihi yang dikendarainya di Jalan JA Suprapto.

Menurutnya, rasa penasaran untuk melihat fenomena itu saat dirinya mendengar siaran di sebuah radio. "Ya penasaran saja, siapa tahu benar seperti yang disiarkan di radio," ungkapnya.

Sayangnya, saat Suratman ingin melihat fenomena langka tersebut dengan mata telanjang, dia agak mengalami kesulitan. Pasalnya, selain panas yang terik, sekali-klai matahari juga tertutup awan.

"Meski agak kesulitan, tapi saya sempat lihat di sekeliling matahari nampak terlihat lingkaran warna merah. Mungkin itu yang dinakan Halo ya," tanya dia dengan penasaran.

Hal senada juga diungkapkan Fitria, seorang pekerja di sebuah supermarket di kawasan tersebut. Dia juga mengaku penasaran ingin melihat fenomena langka yang belum pernah dia lihat.

"Meski mata agak sakit, beruntung saya bisa melihat halo matahari. Tadi agak terbantu saat melihat dengan kaca mata hitam, jadi tidak begitu silau," ujar gadis tersebut dengan tersenyum.

Siapa sangka, ada profesi sebagai pencicip minuman keras oplosan. Saksikan "Reportase Sore" TRANS TV tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(bdh/bdh)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
70%
Kontra
30%