Detik.com News
Detik.com

Sabtu, 09/10/2010 18:15 WIB

Pacaran di Pantai Ria Kenjeran, Sepasang Remaja Diperas 'Polisi'

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Pacaran di Pantai Ria Kenjeran, Sepasang Remaja Diperas Polisi
Surabaya - Kawasan Pantai Ria Kenjeran menjadi daya tarik tersendiri bagi para remaja untuk berpacaran. Namun, tempat tersebut juga menjadi sarang pelaku kejahatan mencari sasaran.

Selain dipalak (diperas), para korban sering menjadi korban curanmor. Meski sudah banyak peringatan tentang itu, namun masih banyak muda mudi yang tak mengindahkannya.

Karena tak mengindahkan peringatan itu, sepasang muda mudi yang sedang dimabuk cinta, Agus Suyitno (20) dan Sri Kuswanti (16), hampir menjadi korban pemerasan dan curanmor. Saat itu mereka sedang asyik berpacaran di Kenjeran Park. Untunglah para pelaku dapat diamankan akibat teriakan Sri.

"Pelaku dapat diamankan satpam setempat," kata Kapolsek Kenjeran, Kompol Syukur, kepada wartawan di mapolsek, Jalan Nambangan, Sabtu (9/10/2010).

Pelaku adalah Agus Hariyanto (27) warga Tanah Merah gang Selada dan Faisol (28), warga Sidodadi I. Syukur menceritakan bahwa sebelum datang ke Kenjeran Park, kedua pelaku minum minuman keras (miras) di kawasan Kedungmangu.

Usai mabuk, Faisol memboncengkan Agus berputar-putar di sekitar Kenjeran Park. Tiba-tiba Faisol menghentikan motor Honda Revonya nopol L 4579 DS. Dasar otak sudah dikuasai alkohol, Faisol dan Agus langsung mendekati korban.

"Kedua tersangka mengaku sebagai polisi saat hendak memeras korban," tambah Syukur.

Karena mendengar kata polisi, kedua korban takut. Mereka semakin takut saat mereka tak mampu menunjukkan KTP, SIM dan STNK yang tersangka minta. Kesal, Faisol mendorong Sri hingga jatuh tersungkur. Dan dengan enaknya, kedua tersangka mengambil motor korban. Untunglah Sri berteriak keras sehingga teriakannya terdengar hingga ke pos satpam.

"Satpam yang mendengar teriakan korban segera menuju lokasi," lanjut Syukur.

Tak sulit bagi satpam tersebut untuk membekuk tersangka. Pasalnya, para tersangka sudah tak mampu berlari lagi karena sempoyongan akibat mabuk. Setelah tertangkap, kedua tersangka segera diserahkan ke kantor polisi.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(bdh/bdh)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%