detikcom
Kamis, 07/10/2010 16:21 WIB

Barang Bukti Kasus Uang Asing Palsu Senilai Rp 1 Triliun Menyusut

Samsul Hadi - detikNews
Kediri - Fakta menarik muncul di sidang perdana kasus pemalsuan mata uang asing palsu dari sejumlah negara. Barang bukti senilai Rp 1 triliun yang diekpos kepolisian, saat ini hanya tersisa sekitar Rp 25 juta.

Dalam persidangan di ruang sidang utama PN Kota Kediri, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Agus Eko Purnomo, hanya mengajukan 28 lembar dollar Amerika Serikat. Masing-masing senilai US$ 100. Barang bukti tersebut apabila dirupiahkan, nilainya adalah Rp 25.200.000, dan jauh lebih kecil dibandingkan ekspos kepolisian sebesar Rp 1 triliun.

"Ini sesuai yang kami terima dari penyidik di kepolisian," kata Agus, kepada
detiksurabaya.com di PN Kota Kediri, Kamis (7/10/2010).

Agus menambahkan, pihaknya tidak menahu mengenai terjadinya penyusutan nilai barang bukti dalam kasus yang ditanganinya. Dalam persidangan, jaksa hanya bertugas menyusun dan menyampaikan tuntutan, sesuai dengan sangkaan yang telah dikenakan kepolisian.

Secara terpisah, Kasat Reskrim Polres Kediri Kota, AKP Didit Prihantoro, mengatakan
barang bukti kasus pemalsuan mata uang asing palsu tidak terjadi penyusutan. Meski
seluruh barang bukti diakuinya dilimpahkan ke kejaksaan, nilai yang bisa ditindak
sesuai dengan yang terungkap di persidangan.

"Semua barang bukti kami sudah limpahkan ke kejaksaan, tapi yang bisa ditindak secara pidana ya memang itu. Kami sudah lakukan pemeriksaan di Labfor dan yang palsu ya memang senilai itu, selebihnya adalah uang kuno yang tidak ditransaksikan," jelas
Didit ssat dikonfirmasi detiksurabaya.com melalui telepon selulernya.

Kondisi ini diakui juga oleh Didit, tidak akan mengurangi ancaman hukuman untuk 4
pelaku yang saat ini tengah disidangkan. "Ancamannya tetap pemalsuan. Saya juga
jamin kondisi ini tidak akan meringankan mereka, karena memalsukan uang selembar
atau 100 lembar ancaman hukumannya sama," tandasnya.

Sebelumnya, Sabtu (14/8/2010) lalu, Satuan Reskrim Polres Kediri Kota berhasil
mengungkap peredaran mata uang asing palsu senilai Rp 1 triliun. 4 Orang diamankan
dalam pengungkapan tersebut.

Keempat pelaku itu yakni, Yudi dan Rusendi, warga Bojong Picung, Cimahi, Acep Supandi warga Cianjur serta Bambang Supriheryanto warga Magelang, Jawa Tengah. Selain mata uang dollar Amerika Serikat, dari tangan keempat orang pelaku polisi juga mengamankan mata uang Jerman, Bulgaria dan Norwegia.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(bdh/bdh)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%
MustRead close