Kamis, 07/10/2010 12:50 WIB

Mancing di Dermaga, Pekerja Asing PLTU Sudimoro Hilang Digulung Ombak

Oto Nugraha Adi - detikNews
Pacitan - Seorang pekerja asing asal China di PLTU Sudimoro, Pacitan dikabarkan hilang. Pekerja bernama Zhang Jung Ling (39), menghilang setelah tersapu gelombang laut di Pelabuhan Sudimoro.

Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com, saat musibah terjadi, Rabu (6/10/2010) petang, korban bersama temannya bernama Ma Chi Cheng (35) sedang mancing di ujung dermaga yang berada di samping proyek nasional tersebut.

Saat asyik mengail, datang gelombang tinggi. Mengetahui ancaman bahaya, Ma Chi Cheng berusaha lari menyelamatkan diri. Sementara korban tetap bertahan di tempatnya. Saat itulah muncul gelombang susulan yang menyeret tubuh korban hingga jatuh ke laut.

Mengetahui rekannya celaka, Ma Chi Cheng bergegas menghubungi Pang Zhe Chen (29), yang merupakan supervisor perusahaan sub Kontraktor Ziang Zu, tempat korban bekerja.

Bersama beberapa karyawan lain, Ma Chi Cheng dan Pang Zhe Chen lalu berusaha melakukan pencarian. Hanya saja, besarnya ombak menyulitkan proses penyisiran. Bahkan tubuh Pang Zhe Chen sempat terpeleset dan cedera. Saat ini ia menjalani perawatan di Puskesmas Ngadirojo. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Mapolsek Sudimoro.

"Mudah-mudahan segera ditemukan. Tetap prosesnya nanti, korban meninggal karena apa sesuai prosedur kita akan melakukan otopsi," katag Kasat Reskrim Polres Pacitan, AKP Sukimin, kepada wartawan, Kamis (7/10/2010).

Hingga pukul 12.00 WIB, upaya pencarian korban masih berlangsung. Pencarian melibatkan unsur kepolisian, Sat Polair, Pemkab Pacitan dibantu pihak manajemen PLTU.

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(bdh/bdh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
41%
Kontra
59%