detikcom
Kamis, 30/09/2010 20:01 WIB

Ditangkap di Bandara Soeta

Bos PT Warna Warni Terbelit Kasus Dugaan Penggelapan Senilai Rp 90 M

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Surabaya - Bos PT Warna Warni, Soekotjo Gunawan, diamankan polisi dalam kasus dugaan penggelapan dokumen PT Grand Kota Investama. Soekotjo diamankan karena sudah dua kali tidak memenuhi panggilan polisi dalam kasus yang diduga bernilai Rp 90 Miliar.

"Yang bersangkutan ditangkap di Jakarta," kata Kasat Reskrim Polwiltabes Surabaya, AKBP Anom Wibowo, kepada wartawan di mapolrestabes, Jalan Taman Sikatan, Kamis (30/9/2010).

Dalam milis BlackBerry Messenger, dikatakan bahwa Soekotjo yang dikatakan sebagai buronan Polrestabes Surabaya diamankan polisi di Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Cengkareng. Setelah tertangkap, Soekotjo langsung diterbangkan kembali ke Surabaya menggunakan pesawat Garuda dengan jadwal penerbangan pukul 12.00 WIB.

Dikatakan oleh kuasa hukum Soekotjo, Sigit Murtjahjo, bahwa kliennya tidak ada niat untuk melarikan diri. Saat itu, Soekotjo akan terbang ke Singapura untuk mengobati penyakit sesak napas dan diabetes yang diidapnya.

Tiba di Surabaya, Soekotjo yang ditemani anaknya, Junaedi, masuk ke gedung reskrim Polrestabes Surabaya sekitar pukul 16.45 WIB. Saat dilakukan pemeriksaan di ruang Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) di lantai IV, Soekotjo pingsan.

Oleh keluarga dan petugas, tubuh Soekotjo dibopong menuruni 3 lantai di bawahnya. Setelah menunggu mobil, Soekotjo langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara tk IV Muhammad Dahlan yang berada di belakang gedung Reskrim Polrestabes Surabaya.


Korban salah tangkap dibakar hidup hidup dan ditembak agar mengakui tuduhan. Saksikan "Reportase Sore" TRANS TV tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(bdh/bdh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
53%
Kontra
47%