detikcom
Minggu, 19/09/2010 17:10 WIB

Dua Mucikari Anak di Bawah Umur Diamankan

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Foto: Imam Wahyudiyanta
Surabaya - Dua wanita muda memasuki ruang rapat Polrestabes Surabaya. Sambil mengenakan baju tahanan warna merah, kedua wanita yang sama-sama berumur 21 tahun itu menyilangkan tangannya menutupi wajah menghindari jepretan kamera para
wartawan.

Mungkin mereka malu wajah mereka terekam kamera. Tapi sepertinya mereka tidak malu kepada Tuhan atas dosa yang mereka lakukan. Serly Wulan Megalina dan Kristin, nama kedua wanita itu tega merayu para gadis belia dijadikan PSK pemuas nafsu pria hidung belang.

"Kedua tersangka kami amankan karena memperdagangkan anak di bawah umur," kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Anom Wibowo, kepada wartawan di
mapolrestabes, Jalan Taman Sikatan, Minggu (19/9/2010).

Diceritakan Anom, kedua tersangka adalah mucikari. Mereka memiliki belasan anak
buah usia belia. Belasan para gadis remaja itu diajak nongkrong di kafe, mall dan
tempat hiburan untuk ditawarkan kepada pria hidung belang. Termasuk juga ke para pengusaha dan orang asing. Setelah kesepakatan tercapai, maka kedua mucikari itu akan mengantar anak buahnya ke hotel yang sudah dipesan pelanggan.

"Tarifnya Rp 1 - Rp 2,5 juta," tambah Anom.

Biasanya kedua tersangka menawarkan anak buahnya dengan harga Rp 2,5 juta. Tapi hasil akhirnya kebanyakan jatuh di angka Rp 1 juta. Dari uang itu, sang mucikari kebagian 35% sedangkan sisanya menjadi milik anak buah. Kasus itu sendiri, kata Anom, terungkap saat polisi mendapat informasi jika ada seorang pengusaha Batam memesan 4 cewek sekaligus ke kedua tersangka.

"Informasi itu mengatakan jika cewek itu dibooking di Hotel Palm In di kawasan
Kencanasari," lanjut Anom.

Tak lama setelah itu, petugas yang menyanggong hotel melihat sebuah taksi yang
dinaiki kedua tersangka dan 4 anak buahnya berhenti di depan hotel. Setelah
menunggu beberapa saat petugas langsung menggerebek kamar 520 yang digunakan
untuk berbuat mesum. Karena terbukti telah memperdagangkan anak di bawah umur,
Serly dan Kristin pun segera dibawa ke kantor polisi. Sedangkan 4 anak buahnya
diperiksa sebagai saksi.

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(iwd/fat)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%