detikcom
Minggu, 19/09/2010 16:11 WIB

3 Pemeran Video Porno Perkosaan di Kediri Segera Disidangkan

Samsul Hadi - detikNews
Kediri - Masih ingat kasus peredaran video porno yang menggambarkan gadis berusia 14 tahun diperkosa teman sebayanya di Kabupaten Kediri ? 3 remaja pemeran dan perekamnya akan segera disidangkan. Mereka terancam hukuman 15 tahun penjara.

Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Rofik Ripto Himawan membenarkan kabar itu. Proses penyidikan terhadap ketiganya, RZ (16) dan NR (16), pelajar SMK di Kecamatan Plosoklaten dan II (15), pelajar di salah satu SMK di Kecamatan Pare, diakui telah rampung dilakukan.

"Iya, berkasnya sudah P-21 dan sudah dilimpahkan ke Kejaksaan (Negeri) Kabupaten
Kediri Kamis kemarin," kata Rofik kepada detiksurabaya.com, Minggu (19/9/2010).

Bersamaan dengan pelimpahan berkas penyidikan, penahanan terhadap ketiga bocah
tersebut juga dipindahkan, sebelumnya di Mapolres Kediri ke LP Klas II A Kediri. Ketiganya ditahan dengan status tahanan titipan kejaksaan.

"Untuk ancaman hukuman ketiganya dikenakan 15 tahun penjara," tegas Rofik.

Sebelumnya, warga Kabupaten Kediri pertengahan Agustus lalu dihebohkan peredaran video porno yang menggambarkan terjadinya perkosaan seorang gadis berusia 14 tahun oleh 3 remaja yang masih duduk setara SMA. Korban berinisial NA diperkosa dan adegan itu direkam di 2 tempat berbeda. Masing-masing di sebuah lokasi wisata Sumberpandur Desa Karangan Kecamatan Puncu dan di rumah RZ, salah satu pelaku yang ada di Kecamatan Kepung.

Terungkapnya perbuatan tak senonoh tersebut bermula dari keteledoran salah satu
pelaku meminjamkan HP kepada temannya, yang tak berselang lama menjadikan seluruh file di dalamnya beredar luas. Sementara dalam pemeriksaan aparat kepolisian, ketiga bocah mengaku nekat melakukan perbuatan tersebut karena tak kuat menahan nafsu, setelah sebelumnya memiliki kebiasaan menonton video porno.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(fat/fat)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
68%
Kontra
32%