Detik.com News
Detik.com
Rabu, 08/09/2010 10:22 WIB

3 Kendaraan Terlibat Kecelakaan di Raya Balongbendo

Zainal Effendi - detikNews
Sidoarjo - Tabrakan beruntun terjadi di Jalan Raya Balongbendo. Kecelakaan itu melibatkan tiga kendaraan. Ketiga kendaraan yang terlibat kecelakaan tersebut antara Toyota Kijang, bus mini dan bus.

Salah satu penumpang bus mini, Lukiati (43) warga Jatirejo Mojokerto mengungkapkan jika kejadian tabrakan beruntun terjadi sangat cepat.

"Saya tidak tahu pasti kejadiannya seperti apa dan disebabkan karena apa. Tiba-tiba bus yang saya tumpangi ngerem mendadak dan menabrak mobil kijang di depannya lalu ditabrak bus dari belakang," tuturnya kepada detiksurabaya.com saat dihubungi, Rabu (8/9/2010).

Wanita yang mengaku duduk di belakang sopir ini juga mengungkapkan jika dirinya bersama korban luka lainnya dibawa ke puskesmas Krian untuk mendapatkan
pengobatan.

"Setelah tabrakan saya masih sadar dan turun lalu menuju ke rumah penduduk tanpa menengok kanan-kiri dan setelah itu saya disuruh naik mobil pick up oleh polisi yang datang 5 menit kemudian untuk dibawa ke puskesmas," pungkasnya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ze/wln)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%