detikcom
Minggu, 29/08/2010 08:06 WIB

Razia Lokalisasi, Camat Lihat Adegan Mesum Seorang PSK

Rois Jajeli - detikNews
Surabaya - Meski sudah dilarang 'praktek' menerima pria hidung belang selama Ramadan, 2 pekerja seks komersial (PSK) di lokalisasi Jarak tetap nekat beroperasi. Akibatnya, kedua PSK dan seorang tamu pria hidung belang, digerebek gabungan petugas Muspika Sawahan dan Bakesbanglinmas Kota Surabaya.

"Dari razia ini, kami menemukan seorang PSK yang melayani tamunya di dalam kamar dan seorang lagi PSK yang siap melayani tamunya," kata Camat Sawahan Dwi Purnomo kepada wartawan usai menggelar razia di lokalisasi Jarak dan Dolly, Minggu (29/7/2010).

2 PSK yang diamankan yakni, Nuriyah (30), warga Puspo Kabupaten Pasuruan, Jumani (32), warga Kaliglada Kabupaten Jember serta Supadi (50), warga asal Lamongan yang tinggal di kawasan Kali Kedinding, Kenjeran Surabaya.

Mulai pukul 23.30 WIB, Sabtu (28/8/2010), gabungan petugas dari Satpol PP Kecamatan Sawahan, Polsek dan Koramil Sawahan serta Bakesbanglinmas Kota Surabaya, terbagi menjadi empat tim, bergerak menyusuri setiap wisma-wisma di lokalisasi Jarak dan Dolly.

Tim penyisir yang berada di Dolly kawasan RW 6 dan RW 12, tidak menemukan para PSK yang menerima tamu pria hidung belang. Petugas hanya menemukan penjaga wisma dan kamar-kamar yang biasa digunakan PSK melayani tamunya dalam keadaan kosong.

Sementara itu, tim yang menyusuri wisma-wisma di lokalisasi Jarak di wilayah RW 3, RW 11 dan RW 10 Putat Jaya, membuahkan hasil menemukan dua wisma yang beroperasi melayani tamu pria hidung belang. Bahkan Camat Sawahan yang memimpin razia tersebut, masuk ke dalam wisma dan membuka kamar-kamar PSK.

Ada kejadian yang menggelikan dan membuat jengkel camat. Orang nomor satu di Kecamatan Sawahan itu sempat melihat adegan mesum PSK Jumani dan Supadi di sebuah wisma milik Susmiasri (49), Jalan Putat Jaya 2A no 22. Mantan Camat Bulak ini sempat terkejut, saat melihat PSK telanjang bulat di atas ranjang.

"Pintunya tidak terkunci, saat saya buka keduanya kaget. Laki-lakinya langsung melompat dan bersembunyi di balik pintu. Sedangkan PSK-nya masih di atas tempat tidur. Saya sendiri juga kaget, saya langsung menutup pintu dan meminta keduanya mengenakan pakaian," tuturnya.

PSK dan pria hidung belang beserta mucikarinya langsung digelendeng ke Kantor RW 3 Putat Jaya, untuk dimintai identitasnya. Selain memergoki PSK yang berkencan, petugas juga mengamankan Nuriyah PSK yang berdandan menor seperti menunggu 'mangsanya' di dalam wisma, Jalan Putat Jaya Barat gang Lebar B/23. Meski sempat berkilah tidak melayani tamu, petugas tetap menggelandangnya ke kantor RW.

"Untuk pasangan PSK dan tamunya dibawa ke Polsek Sawahan untuk diproses lebih lanjut, sedangkan seorang PSK yang sendirian kita kirim ke Liponsos," Dwi.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(bdh/bdh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 14/09/2014 14:52 WIB
    Lulung: Yang Penting Pak Ahok Manis Bicara, Ai Dukung
    Gb Haji Lulung mengaku sudah tidak ada masalah dengan Ahok yang bersuara keras soal kebobrokan DPRD jika pilkada tidak dilakukan langsung. Dia mengingatkan Ahok berhati-hati bicara sehingga tidak ada yang tersinggung.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%