Sabtu, 21/08/2010 13:53 WIB

Dirjen SMK Uji Mobnas Esemka

Muhammad Aminudin - detikNews
Malang - Dirjen Pembinaan SMK Kemendiknas, Joko Sutrisno, melakukan uji coba mobil nasional (mobnas) rakitan siswa-siswa SMK 1 Singosari, Kabupaten Malang. Dalam test drive ke SMK 2 Pasuruan, mobil yang diuji coba yakni Digdaya 1.5.i dan Rajawali doubel cabin 4 x 4.

"Mobil ini akan kita tunjukkan kepada para siswa SMK Pasuruan, sebagai sarana belajar," kata Joko Sutrisno, Sabtu (21/8/2010).

Sebelumnya, dua mobil ini pernah dilakukan uji test drive dari Malang menuju Jakarta, serta dari Malang menuju Solo, Jawa Tengah pada bulan Juni 2010 kemarin.

Menurut Joko, program ini sebagai pengembangan kreatifitas para siswa selama belajar di SMK. "Jadi benderanya tetap belajar," terangnya sebelum menguji mobil nasional ini.

Dengan begitu, lanjut Joko, para siswa akan mempunyai bekal usai bersekolah disini, dan mereka dapat mengembangkannya di rumah masing-masing. "Anak-anak bisa kembangkan di rumah, dan memberikan peluang pekerjaan dalam pembuatan mobil nasional ini," tegasnya.

Dia menambahkan, secara jelas konsep dari program ini adalah menekan angka pengangguran bagi lulusan SMK, dan dapat menciptakan peluang pekerjaan di sekitar tempat tinggal para siswa. "Karena itu tidak ada kopensasi bagi para siswa," imbuhnya.

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(bdh/bdh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
82%
Kontra
18%