detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 18:02 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 18/08/2010 17:38 WIB

Extra Joss Tidak Pernah Gelar Undian Berhadiah Mobil

Budi Hartadi - detikNews
Kupon berhadiah mobil palsu
Surabaya - Menanggapi maraknya penipuan dengan iming-iming hadiah 1 unit mobil Toyota Avanza, PT Bintang Toedjoe, selaku produsen Extra Joss meminta kepada masyarakat untuk berhati-hati. Pasalnya, PT Bintang Toedjoe sampai saat ini tidak pernah melakukan promosi melalui undian kupon berhadiah.

"Kami berharap masyarakat lebih berhati-hati untuk tidak tertipu dengan jenis undian kupon semacam ini," kata Sufintri Rahayu, Konsultan R&R Communication, mewakili, PT Bintang Toedjoe, dalam rilis yang dikirim ke redaksi detiksurabaya.com, Rabu (18/8/2010).

Menurut Fifin, panggilan akrab Sufintri Rahayu, untuk menghindari mudus penipuan tersebut, pihaknya meminta agar masyarakat terlebih dulu segala kebenaran tentang adanya undian berhadiah melalui nomor hotline di 0-800-123-7007.

"Yang penting masyarakat harus lebih berhati-hati," ujar Fifin.

Seperti diberitakan sebelumnya, penipuan bermodus imbalan hadiah mobil yang mencatut nama Extra Joss nyaris menimpa Mylina, seorang warga Sidoarjo. Untuk mendapatkan hadiah tersebut, penipu meminta agar korbannya mengirim sejumlah uang sebagai biaya administrasi.

Dalam kupon undian langsung berukuran 4 cm x 2 cm itu tertulis ucapan selamat karena memenangkan hadiah 1 unit mobil Avanza. Kemasannya cukup menyakinkan, karena disertai nomor pin dan sejumlah tandatangan para pejabat Extra Joss berserta notarisnya.

Hanya saja yang memicu kecurigaan, sang pemenang diwajibkan menyelesaikan biaya administrasi untuk pengurusan BBN, BPKB dan STNK dengan mentransfer uang. Sang pemenang diminta menghubungi perusahaan dengan nomor 021 3869977 dan 081315819222.

Mylina yang sehari-hari menggeluti bisnis keripik singkong ini pun meminta kepada polisi dan PT Telkom melacak pelaku dan menangkapnya. "Mereka sudah buat resah, ada nomor teleponnya kan bisa dilacak. Jangan sampai menunggu korban berjatuhan baru bergerak," tegasnya.

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(bdh/bdh)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%