detikcom

Rabu, 18/08/2010 17:38 WIB

Extra Joss Tidak Pernah Gelar Undian Berhadiah Mobil

Budi Hartadi - detikNews
Kupon berhadiah mobil palsu
Surabaya - Menanggapi maraknya penipuan dengan iming-iming hadiah 1 unit mobil Toyota Avanza, PT Bintang Toedjoe, selaku produsen Extra Joss meminta kepada masyarakat untuk berhati-hati. Pasalnya, PT Bintang Toedjoe sampai saat ini tidak pernah melakukan promosi melalui undian kupon berhadiah.

"Kami berharap masyarakat lebih berhati-hati untuk tidak tertipu dengan jenis undian kupon semacam ini," kata Sufintri Rahayu, Konsultan R&R Communication, mewakili, PT Bintang Toedjoe, dalam rilis yang dikirim ke redaksi detiksurabaya.com, Rabu (18/8/2010).

Menurut Fifin, panggilan akrab Sufintri Rahayu, untuk menghindari mudus penipuan tersebut, pihaknya meminta agar masyarakat terlebih dulu segala kebenaran tentang adanya undian berhadiah melalui nomor hotline di 0-800-123-7007.

"Yang penting masyarakat harus lebih berhati-hati," ujar Fifin.

Seperti diberitakan sebelumnya, penipuan bermodus imbalan hadiah mobil yang mencatut nama Extra Joss nyaris menimpa Mylina, seorang warga Sidoarjo. Untuk mendapatkan hadiah tersebut, penipu meminta agar korbannya mengirim sejumlah uang sebagai biaya administrasi.

Dalam kupon undian langsung berukuran 4 cm x 2 cm itu tertulis ucapan selamat karena memenangkan hadiah 1 unit mobil Avanza. Kemasannya cukup menyakinkan, karena disertai nomor pin dan sejumlah tandatangan para pejabat Extra Joss berserta notarisnya.

Hanya saja yang memicu kecurigaan, sang pemenang diwajibkan menyelesaikan biaya administrasi untuk pengurusan BBN, BPKB dan STNK dengan mentransfer uang. Sang pemenang diminta menghubungi perusahaan dengan nomor 021 3869977 dan 081315819222.

Mylina yang sehari-hari menggeluti bisnis keripik singkong ini pun meminta kepada polisi dan PT Telkom melacak pelaku dan menangkapnya. "Mereka sudah buat resah, ada nomor teleponnya kan bisa dilacak. Jangan sampai menunggu korban berjatuhan baru bergerak," tegasnya.

Banjir mengepung Ibukota Jakarta. Saksikan di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(bdh/bdh)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%