detikcom

Senin, 16/08/2010 17:12 WIB

Kegadisan Mia Terenggut di Kamar Hotel

Samsul Hadi - detikNews
Tulungagung - Nasib malang menimpa sebut saja, Mia (14), warga Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulunggaung. Tergiur iming-iming pekerjaan dari lelaki yang dikenalnya, gadis tamatan sekolah dasar itu jadi korban perkosaan.

Mia mengalami perkosaan sebanyak dua kali di Hotel Srabah, Tulungagung, oleh Sarji (37), warga Desa Pakisrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Akibat dari kejadian itu, Mia mengalami depresi berat dan lebih banyak mengurung di dalam rumahnya.

"Kasusnya sekarang sedang ditangani Sub Unit PPA dan yang melapor pertama kali adalah ayah korban," ujar KBO Reskrim Polres Tulungagung Iptu.Siswanto, saat dikonfirmasi detiksurabaya.com melalui telepon selulernya, Senin (16/8/2010).

Kemalangan Mia bermula saat dia menjalani aktivitasnya sebagai pembantu rumah tangga di Kepanjen, Malang. Tersangka yang sebelumnya sudah mengenal korban, menelponnya dan menjanjikan sebuah pekerjaan di daerah asalnya.

Percaya dengan iming-iming tersebut korban memilih keluar dari tempat kerjanya, dengan alasan ingin mendapatkan pekerjaan yang dekat keluarga. Sesampainya di rumah, tersangka yang sudah menunggu langsung mengajaknya pergi.

Namun naas, bukan mencari pekerjaan seperti yang dijanjikan tapi menuju ke Hotel Srabah hingga mengalami perkosaan. Usai melakukan perbuatan bejat, tersangka memulangkan korban ke rumahnya, setelah sebelumnya meminta agar apa yang dialaminya tak diceritakan ke keluarga. Meski demikian dengan alasan sakit hati, korban tetap menceritakan kejadian tersebut kepada keluarganya.

"Dari cerita korban, keluarganya melapor ke kami sampai akhirnya bisa menangkap tersangka. Dalam pemeriksaan tersangka mengakui semua perbuatannya, termasuk adanya paksaan dalam persetubuhannya dengan korban," ungkap Siswanto.

Akibat perbuatannya tersangka saat ini harus mendekam di sel tahanan Mapolres Tulungagung. Kepadanya akan dikenakan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara, karena dianggap melanggar UU Perlindungan Anak Nomor 23 tahun 2002.


Banjir mengepung Ibukota Jakarta. Saksikan di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(wln/wln)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Penangkapan BW Adalah Balas Dendam Polri ke KPK

Banyak pihak yang mengecam penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) oleh Bareskrim Polri. Bahkan, mantan Plt Pimpinan KPK Mas Ahmad Santosa berpendapat penangkapan oleh Polri terhadap BW merupakan tindakan balas dendam terkait penetapan tersangka Komjen Pol Budi Gunawan oleh KPK. Bila Anda setuju dengan Mas Ahmad Santosa, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%