Detik.com News
Detik.com
Sabtu, 24/07/2010 14:12 WIB

Pasien DBD 'Ditahan' Rumah Sakit

Dinyatakan Sembuh, Tak Bisa Bayar Tapi Infus Tidak Dicabut foto

Rois Jajeli - detikNews
Dinyatakan Sembuh, Tak Bisa Bayar Tapi Infus Tidak Dicabut Tressia Hermin saat di RS/Rois Jajeli
Surabaya - Sikap pihak Rumah Sakit Islam (RSI) Darus Syifa' Jalan Raya Benowo, sangat 'menyakitkan' bagi Tressia Hermin Uneputih (17) warga Lempung Tama, Candi Lontar, Surabaya.

Meski dinyatakan sembuh dari demam berdarah (DB), selang infus masih 'menancap' di tangannya, bahkan infus tersebut tidak mengalir 'disengaja' dihentikan pihak perawat.

"Saya sudah dinyatakan sembuh dan boleh pulang. Tapi karena tidak bisa membayar, infusnya tidak dicabut," ujar Tressia kepada detiksurabaya.com di ruang Seruni Lantai II RSI Darus Syifa', Sabtu (24/7/2010).

Tressia anak pasangan almarhum Deny Uneputih dan almarhum Soesana Jisui Sukarni Uneputih, menjalani perawatan di RSI Darus Syifa' sejak Kamis (15/7/2010) sore. Selang 6 hari, pada Rabu (20/7/2010) siswi yang duduk di kelas III IPA SMAN 11 Surabaya, mulai merasakan 'sakit'.

Infus yang tertancap dan 'disengaja' dihentikan oleh perawat RSI Darus Syifa' membuatnya kesakitan. Bahkan, tangannya yang 'ditancapi' selang infus sempat
membengkak. Tangannya juga merasakan sakit dan ngilu, tapi keluhannya tak pernah
ditanggapi perawat.

"Saya kan merasakan sakit sampai membengkak. Kemarin juga sakit dan saya
menanyakan kenapa tidak dilepas. Kata perawat, selang tidak dilepas menunggu
penyelesaian administrasi dulu," tuturnya.

Tressia memang keluarga tidak mampu dan hidupnya menumpang di rumah neneknya yang juga orang miskin dan tinggal berpindah-pindah rumah kos. Demi mengurangi rasa sakitnya, Tressia menawarkan handphone miliknya ke perawat sebagai jaminannya.

"Saya sudah tidak kuat lagi menahan sakit sampai HP saya berikan untuk jaminan.
Katanya iya nanti dikonsultasikan, tapi sampai sekarang masih tetap belum dicabut," ujarnya.

Ia berharap, selang infus yang 'menyakitkan dirinya' dapat segera dilepaskan.
"Saya sudah nggak kuat lagi menahan sakit," tuturnya.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(roi/fat)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%