Rabu, 09/06/2010 12:32 WIB

Pelaku Curanmor Jaringan Pasuruan Diringkus video foto

Rois Jajeli - detikNews
Foto: Rois Jajeli
Surabaya - Empat pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) jaringan Pasuruan diringkus. Selain itu, polisi juga menangkap tujuh pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) lainnya.

Tersangka jaringan Pasuruan adalah Wahyudi alias Ambon (30), Roni (28) warga Purwosari Pasuruan, Ali alias Wayan alias Hariyadi (35) asal Bali tinggal di Purwosari, Pasuruan, serta Trisno (40) asal Bondowoso. Serta Kiyep (35) asal Gedek Mojokerto yang kos di Kemlaten, Karangpilang. Kelimanya ini dibekuk anggota Unit Reskrim Polsek Karangpilang.

"Mereka ini jaringan Pasuruan, karena pelakunya dari Pasuruan. Selain beraksi di wilayah Surabaya selatan juga di tempat lain seperti Sidoarjo, Pasuruan dan tempat lainnya," kata Kapolres Surabaya Selatan AKBP Bahagia Dachi kepada wartawan di mapolres, Jalan Dukuh Kupang Barat, Rabu (9/6/2010).

Dari tersangka yang diringkus, polisi masih melakukan pengejaran tersangka lainnya, yang diduga sebagai jaringannya. "Kita terus memburu pelaku curanmor jaringan lainnya, seperti penadah atau pembuat kunci T," tuturnya.

Selain menangkap lima tersangka, anggota Unit Reskrim Polsek Lakarsantri juga meringkus empat tersangka kasus curas, yakni Abdul Said (31) dan Dedik Eksanto (27) keduanya warga Lidah Wetan. Serta tersangka Eko Mustofa (23) dan Enggel Marcel Sandehang (23) warga Perum Griya Citra Beringin, pelaku penjambretan.

Sedangkan dua tersangka lainnya diringkus anggota Polsek Wonocolo yakni Adi Wibowo alias Polo warga Siwalankerto Tengah dan Rochim (27) asal Sampang Madura yang kos di Banyuurip Lor, keduanya pelaku curanmor.

Dari sebelasa tersangka yang dibekuk, polisi mengamankan barang bukti seperti, senjata tajam jenis celurit, tas, kunci T, stempel, STNK, empat sepeda motor hasil curian, dan barang bukti lainnya. "Kita mengimbau kepada masyarakat untuk menambah kunci pengaman, agar tidak menjadi korban kejahatan," tandasnya.

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(roi/wln)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%