Minggu, 06/06/2010 14:50 WIB

Mayat Bertato Ditemukan Mengambang di Sungai Jagir

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Surabaya - Seorang pria bertato ditemukan sudah menjadi mayat di Sungai Jagir yang melintas di Jalan Panjang jiwo. Pria tanpa identitas itu ditemukan mengambang dalam keadaan tertelungkup, hanya mengenakan celana hitam dan kaus warna kuning.

"Mayat ditemukan oleh salah satu warga yang kemudian melapor ke anggota kami,"
ujar Kasat Reskrim Polres Surabaya Timur, Iptu Gatot Setyabudi, saat dihubungi,
Minggu (6/6/2010).

Dari hasil pengamatan terhadap tubuh mayat, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Hanya saja tubuh korban banyak dihiasi oleh tato di dada, punggung, tangan dan kaki. Melihat tubuh mayat yang sudah rusak, diperkirakan mayat sudah berada di dalam air 3 hari yang lalu.

"Mayat sudah kami evakuasi ke Kamar Mayat RSU dr Soetomo untuk dilakukan otopsi," tandas Gatot.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(iwd/fat)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
36%
Kontra
64%