detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 14:24 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 19/05/2010 12:33 WIB

Demo Tolak Penambangan Mangaan

Kericuhan Reda, Massa Tetap Bertahan di Kantor Bupati

Samsul Hadi - detikNews
Foto: Samsul Hadi
Tulungagung - Pasca kericuhan, 5.000 massa dari 9 desa di Kecamatan Rejotangan, Tulungagung tetap bertahan di kantor bupati. Mereka menunggu penandatanganan kesepakatan penutupan tambang Mangaan dengan pemerintah kabupaten.

Sebelumnya, dalam aksi itu massa sempat terlibat aksi saling dorong dengan aparat kepolisian, yang juga diwarnai dengan lemparan nasi bungkusan, air mineral dan batu.

Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com di lokasi, Bupati Tulungagung Heru Cahyono sudah menandatangani surat pernyataan tambang Mangaan di Gunung Cemenung ditutup. Meski begitu massa tak mempercayainya. 9 kepala desa yang memimpin daerah di sekitar lokasi pertambangan juga menandatangani surat pernyataan itu.

"Yang jelas saya sudah tanda tangan dan saya tegaskan saya menyetujui tuntutan demonstran. Kalau mereka minta surat ini ditandatangani bersama, saya tunggu," kata Korlap Aksi Heru kepada wartawan di sela aksi, Rabu (19/5/2010).

Bertahannya massa demonstran dengan seluruh kendaraan yang dibawanya, membuat lalu lintas di depan Kantor Bupati Tulungagung, ditutup total. Kendaraan dari arah barat, tepatnya Jalan Achmad Yani dialihkan menuju Jalan Diponegoro untuk menghindari kepadatan.

Desakan penutupan tambang Mangaan dilatarbelakangi kekhawatiran terjadinya bencana alam. Gunung Cemenung yang saat ini dieksploitasi oleh PT Argo Kencana, dianggap sebagai pelindung 9 desa dari ancaman tsunami dari laut selatan.

"Kami tidak menuntut dipekerjakan, tapi kami menuntut tambang itu ditutup. Keselamatan warga harusnya lebih dipentingkan, daripada sekedar hasil Manggaan yang kami juga tidak ikut menikmatinya," teriak Machrus, salah seorang koordinator aksi dalam orasinya.

Menurut warga, Tambang Mangaan mulai dioperasionalkan sejak 2009. Beberapa dampak dirasakan warga. Mulai dari terjadinya kekeringan akibat surutnya sumber air di sumur warga, hingga terjadinya tanah longsor.

"Yang paling nyata kalau gunung itu habis dan air laut menerjang perkampungan, siapa yang akan bertanggungjawab," ungkap Machrus salah satu warga dalam orasinya.

Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(wln/wln)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
89%
Kontra
11%