detikcom
Senin, 19/04/2010 10:13 WIB

Wakapolres Surabaya Selatan Diserahterimakan

Rois Jajeli - detikNews
Foto: Rois Jajeli
Surabaya - Tampuk pimpinan Wakapolres Surabaya Selatan diserahterimakan dari pejabat lama ke pejabat baru. Selain Wakapolres, juga diserahterimakan beberapa jabatan kapolsek.

Sertijab empat jabatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Surabaya Selatan AKBP Bahagia Dachi, di halaman mapolres, Jalan Dukuh Kupang Barat, Senin (19/4/2010).

Pejabat lama Wakapolres Surabaya Selatan Kompol Jhon E Isier, diserahterimakan ke Kompol Mustakim mantan Wakapolres Pacitan. Jhon E Isier akan menempati posisi baru sebagai Kanit Jatanras Sat Pidum Ditreskrim Polda Jatim.

Kasat Reskrim AKP Leonard Sinambela dimutasi ke Kaur Litpers Subdit Paminal Bid Propam Polda Jatim. Leonard digantikan AKP Rony Purwahyudi yang sebelumnya menjabat sebagai Panit Sat Idik Ditreskoba Polda Jatim.

Kapolsek Genteng dari AKP Damar Bastiar diserahterimakan ke AKP Kusworo Wibowo yang sebelumnya menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Malang. Damar dimutasi sebagai Pama Polwiltabes Surabaya.

Kapolsek Gayungan dari AKP Herman Hosnol diserahterimakan ke AKP Rahman Wijaya yang sebelumnya berdinas di Pama Polda Bengkulu. Hosnol dimutasi di Kasubbag Lat Bagops Polwiltabes Surabaya.

''Tingkatkan profesionalisme dan lanjutkan program-program yang bagus dari kapolsek yang lama. Lakukan inovasi-inovasi pelayanan prima kepada masyarakat,'' kata Kapolres Surabaya Selatan AKBP Bahagia Dachi saat memberikan sambutan pada acara sertijab.

Kapolres juga mengimbau kepada kapolsek agar tidak apatis terhadap anggotanya. Serta bhayangkari untuk selalu mendukung tugas-tugas suaminya mengabdi di kepolisian.

''Kapolsek juga jangan apatis kepada anggota. Bhayangkari juga lebih perhatian ke suaminya. Misanya Kalau suami berangkat setengah enam pagi, disiapkan minum kopi biar hangat, tidak ngantuk dan kerja semangat,'' jelasnya.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(roi/fat)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
66%
Kontra
34%