Detik.com News
Detik.com
Kamis, 18/02/2010 17:07 WIB

Demi Uang Tambahan, Pelajar SMP Kompak Curi Motor

Sugeng Harianto - detikNews
Madiun - Demi menambah uang saku, tiga pelajar kompak mencuri kendaraan bermotor. Ketiga pelaku kelas 8 atau kelas 2 SMP di Kota Madiun ini pun harus berurusan dengan polisi. Mereka yakni DD (14) Desa Mojopurno, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, A (14) Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun dan RS asal Jalan Pesanggrahan Kecamatan Taman, Kota Madiun.

Kapolresta Madiun AKBP Aldrin Hutabarat mengatakan mereka ditangkap petugas saat menuntun motor sekitar pukul 21.30 WIB. Untuk mengelabuhi petugas, pelaku mencopot nopol belakang dan bagian nopol depan dilipat.

"Mereka ini masih SMP dan mengelabuhi petugas dengan mencopot plat belakang dan melipat plat depan. Ketiganya telah kita amankan saat ini," jelas Aldrin kepada wartawan di kantornya, Kamis (18/2/2010).

Aldrin mengaku bahwa alasan mereka mencuri untuk main-main dan tambahan saku bersama teman-temannya. Saat ini barang bukti hasil curian Yamaha Vixen nopol AE 6808 RG hasil di pelataran parkir Gereja St Cornelius Jalan A Yani, Kota Madiun diamankan. Saat ini dilakukan pengembangan mengungkap sindikat curanmor yang melibatkan anak-anak tersebut.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(fat/fat)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%