detikcom
Senin, 15/02/2010 16:31 WIB

Komplotan Penjual Burung Kacer Palsu Diringkus

Rois Jajeli - detikNews
Surabaya - Waspada saat membeli burung di Pasar Burung Kupang. Pasalnya, banyak pelaku komplotan penjual burung, yang menjual burung berkicau bersuara merdu. Namun saat dibawa pulang, burung itu tak berkicau semerdu saat dipajang di pasar.

Salah satu komplotan pelaku penjual burung awu-awu yang dibekuk anggota Unit Reskrim Polsek Wonokromo yakni Suyanto (49) warga Girilaya Surabaya.

"Tersangka kita tangkap karena diduga sebagai komplotan penipuan penjualan burung kacer," kata Kapolsek Wonokromo AKP Kadarisman kepada wartawan di mapolsek, Jalan Joyoboyo, Senin (15/2/2010).

Tertangkapnya Suyanto ini setelah polisi menerima laporan dari korban Miko dan Agus warga Wiyung. Saat itu kemarin, Minggu (14/2/2010), Agus dan Miko mengendarai motor melintas di Pasar Burung dadakan Jalan Diponegoro. Keduanya pun tertarik dengan kicauan burung kacer.

Agus dan Miko turun dari motornya dan melihat burung kacer. Saat berada di depan burung itu, di sekelilingnya banyak combe (orang yang ikut menawar, tapi mereka berkomplot dengan penjual) untuk mempengaruhi calon pembeli.

Akhirnya Agus dan Miko, tertarik membeli burung kacer seharga Rp 350 ribu. Karena tidak mempunyai uang sebesar itu, Agus dan Miko menyerahkan handphone fren dan ditambah uang Rp 60 ribu.

Keduanya pun merasa senang karena mendapatkan burung kacer yang kicauannya bagus. Namun sesampai di rumah, meskipun dipancing untuk bersuara, burung itu hanya diam dan kadang hanya terbang di dalam sangkar. Karena curiga ada yang tak beres, keduanya pun melaporkan ke polisi.

Polisi dan korban langsung ke Pasar Burung mencari penjualnya. Tapi penjual burung itu sudah menghilang. Namun, Suyanto yang masih berada di sekitar pasar langsung diamankan polisi.

"Pelakunya ada 6 tersangka. Dan tersangka ini berperan sebagai combe. Kita masih mengembangkan untuk mencari tersangka lainnya," jelasnya.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(roi/fat)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%