detikcom
Selasa, 02/02/2010 09:46 WIB

Siswa di Lokalisasi Kremil Kumpulkan Koin Cinta Bagi Bilqis video foto

Rois Jajeli - detikNews
Surabaya - Gerakan Koin Cinta bagi Bilqis Anindya Passa (17 bulan) mengidap penyakit saluran empedu tidak terbentuk atau tidak berkembang normal (Atresia Bilier) terus mengalir. Kali ini giliran siswa TK Bina Karya kompleks Lokalisasi Kremil Surabaya melakukan aksi pengumpulan koin.

Para siswa yang duduk di TK nol besar mengumpulkan uang koin yang dimasukkan ke toples-toples bertuliskan,"Aksi solidaritas TK, SD, SMP Bina Karya untuk kesembuhan Bilqis". Selain itu para siswa juga menggelar aksi mewarnai gambar Bilqis yang terbaring di rumah sakit dan mendoakan agar cepat sembuh.

Para siswa tampak antusias mengumpulkan koin untuk Bilqis. Mereka berebut memasukkan koin-koin ke dalam toples yang dibawa perwakilan teman-temannya. "Aksi solidaritas ini dilakukan oleh anak-anak sebagai bentuk pembelajaran sejak usia dini untuk tolong menolong terhadap sesama," kata Kepala Sekolah SD/TK Bina Karya Sudarwati Rorong kepada wartawan di halaman sekolah, Selasa (2/2/2010).

Dia mengaku, hasil sumbangan ini langsung diserahkan ke keluarga Bilqis untuk membantu biaya operasi sebesar Rp 1 miliar. "Berapapun nilai koin yang disumbangkan kita harap bisa meringankan penderitaan adik Bilqis," tuturnya.

Usai mengumpulkan koin, pihak guru langsung menuju SD Bina Karya yang masih satu komplek kembali mengumpulkan koin bagi bayi yang lahir 20 Agustus 2008.


Korban salah tangkap dibakar hidup hidup dan ditembak agar mengakui tuduhan. Saksikan "Reportase Sore" TRANS TV tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(roi/fat)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
54%
Kontra
46%