detikcom

Jumat, 29/01/2010 17:10 WIB

Perampok Ditembak Mati

Hafit Ditembak karena Melawan Petugas

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Foto Pelaku/Imam
Surabaya - Jika Hafit (46) tak melawan petugas, mungkin dia masih hidup saat ini. Pria warga Sampang, Madura itu berusaha melawan petugas sehingga dua timah panas terpaksa dilepaskan yang mengakhiri nyawa Hafit.

"Pelaku hendak menembak petugas dengan senpi yang dibawanya," kata Kapolwiltabes Surabaya, Kombespol Ike Edwin, kepada wartawan di mapolwiltabes, Jalan Taman Sikatan, Jumat (29/1/2010).

Ike menceritakan bahwa Hafit dan 3 temannya terdeteksi di Perumahan Pondok Candra. Dari situ Hafit yang berboncengan dengan dua motor terus dikuntit petugas. Setiba di Jalan Rungkut Asri, petugas berusaha menghentikan Hafit, namun dia berusaha melarikan diri.

Saat terjadi kejar-kejaran itulah, Hafit terjatuh. 3 temannya meninggalkannya. Saat akan ditangkap, ternyata Hafit mencabut pistol dari balik bajunya. Mengetahui itu, petugas mundur dan mengeluarkan tembakan peringatan 3 kali.

Meski sudah diberi tembakan peringatan, Hafit tetap melawan sehingga dua peluru yang ditembakkan petugas menembus dada kirinya. Jenazah Hafit yang tersungkur pun segera dievakuasi ke kamar mayat RSU dr Soetomo.

Hafit melakukan perampokan rumah dosen ITS, Bambang S di Jalan Rungkut Madya pada 9 Januari 2010 lalu. Mereka membawa kabur uang, perhiasan, dan barang berharga lainnya yang nilainya mencapai Rp 900 juta. Pembantu dan seorang anak Bambang bernama Edi disekap di dalam kamar.

Pada 18 Januari 2010, giliran rumah Aris Hariyanto di Jalan Rungkut Kidul yang dibobol. Berpura-pura melihat lukisan di dalam rumah, Hafit dan kawanannya membobol rumah dan membawa lari uang dan perhiasan senilai Rp 1,5 Milyar.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(iwd/wln)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
77%
Kontra
23%
MustRead close