detikcom
Kamis, 21/01/2010 16:58 WIB

Truk Tangki Gandeng Tabrak Motor, Tiga Tewas

Edy Riyanto - detikNews
Pasuruan - Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Surabaya-Banyuwangi di Desa Tambak Rejo, Kraton, Kabupaten Pasuruan. Tiga nyawa melayang dalam kejadian itu. Peristiwa itu terjadi pada pukul 14.00 WIB, Kamis (21/1/2010).

Menurut Kanit Laka Lantas Polres Pasuruan, Iptu Supriyadi. kejadian laka ini disebabkan bopel leter A truk tangki gandeng yang bernopol S 8697 S lepas. Sopir berusaha mengarahkan truk ke sebelah kanan.

"Namun ketika truk berada di luar aspal, bopel leter A berbelok dan posisinya di jalur yang berbeda. Kecelakaan pun tak bisa dihindari. Sepeda motor dengan nopol N 8752 Y tertabrak truk itu," kata Supriyadi.

Dua orang dari tiga penumpang dalam motor itu tewas di lokasi. Sementara penumpang lainnya meninggal di rumah sakit. Korban yang tewas di TKP bernama Hartono (70) pensiunan PNS kejaksaan. Berdomisili di Jalan Wahidin Tamanan, Kota Pasuruan dan cucunya bernama Ryan 11 tahun dengan alamat sama. Sedangkan Rudi Hariyadi (35) ayah Ryan meninggal di rumah sakit.

"2 orang tewas di TKP sedangkan satunya lagi meninggal saat dalam perawatan di RSUD Bangil. Rudi Hariyadi mengalami pendarahan dan tidak sadarkan diri," ungkapnya.

Pihak kepolisian saat ini sudah mengamankan pengemudi truk gandeng bernama Sukariyadi (34) warga Desa Jarit RT 5 RW 7 Kecamatan Candiopuror, Lumajang. Truk gandeng ini melakukan perjalanan dari pabrik Tjiwi Kimia di Mojokerto dan menuju Cheil Jedang Samsung, Pasuruan.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(wln/wln)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%