detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 19:40 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 06/01/2010 09:38 WIB

Dukun Cilik Tiban

Nama Indriah Dikenal dari Mulut ke Mulut

Muhammad Aminudin - detikNews
Dukun cilik Indriah/M Aminudin
Malang - Bukan keinginan Indriah As Zahrah Safitri (12), bocah sakti yang bisa menyembuhkan berbagai penyakit dikenal orang. Nama siswi SDN Ngadilangkung II Kepanjen ini dikenal dari cerita para pasien yang berhasil sembuh setelah mendapat pengobatan dari putri pasangan Zubaidah dan Ahmad Syarif.

"Orang tahu dari mulut ke mulut, karena kami tidak pernah untuk mempromosikan Indriah," ujar Zubaidah ibu kandung Indriah saat ditemui detiksurabaya.com di rumahnya Jalan Sidoluhur, Desa Ngadilangkung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu (6/1/2010).

Informasi dari mulut ke mulut itu bahkan sampai ke wilayah Jawa Timur hingga Jakarta. Mereka mengaku mengetahui keberadaan Indriah dari cerita warga yang telah berhasil disembuhkan.

"Dengar ada anak pintar di sini, mereka kemudian datang. Banyak masalah yang mereka bawa, rata-rata karena mengalami sakit telah menahun," jelas Zubaidah.

Sementara menjadi orang yang dikenal bisa menyembuhkan orang tidak membuat Indriah besar kepala. Sehari-harinya banyak dihabiskan layaknya bocah seusianya.

"Di sekolah juga banyak yang tahu, tapi teman-teman saya cukup mengerti dan tak pernah menyinggung perihal keahlihan saya dapat menyembuhkan orang," kata Indriah.

Sisa waktu usai belajar di sekolah, bungsu dari dua bersaudara ini banyak dihabiskan di dalam rumah. Jarang sekali Indriah berkumpul dengan teman-teman sebayanya di luar rumah. Memang menurut keluarga sejak Indriah mengerti dan mempunyai kelebihan sering menghabiskan waktu di dalam rumah.

"Iya begini mas, kalau libur tak terima pasien atau sehari-hari banyak di rumah. Jarang sekali keluar," ungkap Zubaidah seraya menunjukkan keseharian putri bungsunya.

Berasal dari keluarga tak mampu juga menjadikan semangat Indriah untuk terus membantu orang lain, tanpa dibarengi dengan impian menjadi orang kaya. Kesederhanaan Indriah masih terlihat saat memberikan bantuan pengobatan. Secara langsung Indriah menolak pemberian pasien. "Dia (Indriah,red) ingin bantu orang lain, tanpa harus dibayar," ucap Zubaidah.

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(fat/fat)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
83%
Kontra
17%