Rabu, 06/01/2010 09:38 WIB

Dukun Cilik Tiban

Nama Indriah Dikenal dari Mulut ke Mulut

Muhammad Aminudin - detikNews
Dukun cilik Indriah/M Aminudin
Malang - Bukan keinginan Indriah As Zahrah Safitri (12), bocah sakti yang bisa menyembuhkan berbagai penyakit dikenal orang. Nama siswi SDN Ngadilangkung II Kepanjen ini dikenal dari cerita para pasien yang berhasil sembuh setelah mendapat pengobatan dari putri pasangan Zubaidah dan Ahmad Syarif.

"Orang tahu dari mulut ke mulut, karena kami tidak pernah untuk mempromosikan Indriah," ujar Zubaidah ibu kandung Indriah saat ditemui detiksurabaya.com di rumahnya Jalan Sidoluhur, Desa Ngadilangkung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu (6/1/2010).

Informasi dari mulut ke mulut itu bahkan sampai ke wilayah Jawa Timur hingga Jakarta. Mereka mengaku mengetahui keberadaan Indriah dari cerita warga yang telah berhasil disembuhkan.

"Dengar ada anak pintar di sini, mereka kemudian datang. Banyak masalah yang mereka bawa, rata-rata karena mengalami sakit telah menahun," jelas Zubaidah.

Sementara menjadi orang yang dikenal bisa menyembuhkan orang tidak membuat Indriah besar kepala. Sehari-harinya banyak dihabiskan layaknya bocah seusianya.

"Di sekolah juga banyak yang tahu, tapi teman-teman saya cukup mengerti dan tak pernah menyinggung perihal keahlihan saya dapat menyembuhkan orang," kata Indriah.

Sisa waktu usai belajar di sekolah, bungsu dari dua bersaudara ini banyak dihabiskan di dalam rumah. Jarang sekali Indriah berkumpul dengan teman-teman sebayanya di luar rumah. Memang menurut keluarga sejak Indriah mengerti dan mempunyai kelebihan sering menghabiskan waktu di dalam rumah.

"Iya begini mas, kalau libur tak terima pasien atau sehari-hari banyak di rumah. Jarang sekali keluar," ungkap Zubaidah seraya menunjukkan keseharian putri bungsunya.

Berasal dari keluarga tak mampu juga menjadikan semangat Indriah untuk terus membantu orang lain, tanpa dibarengi dengan impian menjadi orang kaya. Kesederhanaan Indriah masih terlihat saat memberikan bantuan pengobatan. Secara langsung Indriah menolak pemberian pasien. "Dia (Indriah,red) ingin bantu orang lain, tanpa harus dibayar," ucap Zubaidah.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(fat/fat)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
82%
Kontra
18%