Jumat, 18/12/2009 10:21 WIB

Lezatnya Racikan Bumbu Paniki Khas Manado

Bodhiya Wijaya - detikNews
Masakan Paniki/Bodhiya Wijaya
Surabaya - Kelelawar. Mendengar namanya sebagian besar orang akan takut. Karena binatang ini identik pemangsa dengan gigi yang tajam. Rupanya binatang yang selalu keluar pada malam hari ini bisa diolah menjadi makanan lezat untuk disantap.

Tertarik mencobanya, Anda bisa merasakan olahan ini di Jane Depot Manado Jemursari. Di depot makanan itu, racikan makanan dari olahan kelelawar ini disebut dengan nama Paniki. Paniki dalam bahasa Manado berarti kelelawar. Menu ini harganya relatif mahal dibanding menu yang lain.

Jika menu lain dihargai belasan hingga 20-ribuan per porsi maka masakan yang berbahan daging, kelelawar berharga Rp 65 ribu untuk setiap porsinya. Tingginya harga itu disebabkan bahan baku masakan didatangkan langsung dari Manado.

"Kelelawar di sini kecil-kecil, sehingga tidak cocok untuk dimasak," tutur Lola Christine Nelwan, pemilik dari Jane Depot Manado saat berbincang dengan detiksurabaya.com, Kamis (17/12/2009).

Lola mengaku dirinya mendapat paniki atau kelelawar sudah dalam kondisi siap masak alias sudah dibersihkan. Kelelawar itu diolah dengan berbagai macam rasa dan diracik dengan bumbu lengkap.

Bumbu rempah yang digunakan adalah bawang merah, bawang putih, cabe merah dan cabe hijau. Cabe, kata Lola, memberi rasa pedas. Sebelum dicampur bumbu racikan, kelelawar atau paniki direbut. Setelah matang, ditiriskan kemudian digoreng dengan bumbu lengkap.

"Rasanya dijamin maknyus. Saya menggunakan bumbu khas Manado," ungkapnya. Tertarik? Selamat mencoba.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(fat/fat)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%