Detik.com News
Detik.com
Senin, 07/12/2009 13:42 WIB

Petani Korban Penganiayaan

Dengan Alasan PNS, Pelaku Tidak Ditahan

Sugeng Harianto - detikNews
Dengan Alasan PNS, Pelaku Tidak Ditahan BAP Misrun
Magetan - Penahanan petani yang dianiaya seorang guru, Misrun (58) warga RT 3 RW 7 Dusun/Desa Pupus Kecamatan Lembean Magetan diduga ada kejanggalan. Pasalnya Misrun sudah menghuni Rutan Magetan sejak 30 September 2009 lalu.

Sedangkan Samsi (46), pelaku hingga kini belum ditahan dengan alasan seorang PNS guru di Ponjorogo dan hanya wajib lapor 2 minggu sekali. Bahkan rumornya Samsi telah divonis Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Magetan.

Kasubsi Pelayanan Rutan Magetan, Karman mengatakan Misrun masih menjadi tahanan sejak 30 September 2009 di ruang Blok E I. Sedangkan Samsi sebagai pelaku penganiayaan tidak pernah ditahan di rutan.

"Untuk si Misrun masih ditahan di sini, tapi untuk samsinya tidak pernah ditahan dan katanya malah sudah vonis berapa saya tidak tahu," jelas Karman kepada detiksurabaya.com di kantornya Jalan Merapi, Senin (7/12/2009).

Karman menambahkan bahwa penahanan Misrun akhir September oleh PN Kabupaten Magetan ada penambahan penahanan selama 60 hari yakni hingga 12 Januari 2009. Penahanan penambahan itu dibuat tertanggal 3 November 2009 dengan alasan masih digunakan pemeriksaan.

"Ini ada surat dari PN Magetan bahwa memberitahukan ada penambahan penahanan kepada Misrun untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut," tambah Karman.

Saat detiksurabaya.com ingin menemui Misrun belum diperkenankan karena harus ada surat izin dari PN Magetan.

Sedangkan Kasi Pidum Kejari Magetan, Sunjaya mengaku telah menvonis Samsi dengan hukuman 8 bulan masa percobaan dari 4 bulan penjara. "Divonis 4 bulan namun dengan ketentuan tertentu bahwa terdakwa dipidana bersyarat. Jadi tetap kita awasi sampai 8 bulan ke depan jika dia punya kesalahan lagi, maka kita jemput untuk di penjara 4 bulan," jelas Sunjaya di kantornya.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(fat/fat)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Segera Revisi PP Ganti Rugi Salah Tangkap Rp 1 Juta!

Ganti rugi Rp 1 juta bagi korban salah tangkap dinilai sudah tidak layak lagi. Ahli pidana UII Dr Mudzakkir mengatakan PP No 27 Tahun 1983 memuat ketentuan yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang. Untuk itu, Dr Mudzakkir mengusulkan PP itu harus diubah dan memasukkan ganti rugi sesuai dengan kurs terkini. Bila Anda setuju dengan usulan Dr Mudzakkir, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%