Rabu, 02/12/2009 08:28 WIB

Terapi Stem Cell Mampu Sembuhkan Diabetes

Fatichatun Nadhiroh - detikNews
Halaman 1 dari 2
Laboratorium stem cell/Icha
Surabaya - Teknologi kesehatan terus berkembang. Saat ini banyak dilakukan penelitian-penelitian yang diharapkan mampu mengobati penyakit-penyakit yang mematikan. Salah satunya penelitian Sel Induk (Stem Cell).

Stem cell bisa menjadi terapi pengobatan masa depan yang sangat menjanjikan. Banyak sekali penyakit yang diharapkan bisa disembuhkan dengan sel induk tersebut. Salah satunya penyakit diabetes mellitus (DM).

Terapi sel induk ini dikhususkan untuk penderita diabetes tipe I yang sudah tergantung pada injeksi insulin. Pada penderita diabetes tipe I, kondisi pankreasnya sudah rusak total.

Untuk pasien diabetes tipe II, ada yang menggunakan terapi insulin. Namun, ada juga yang dengan terapi obat. Tergantung, tingkat kerusakan pankreasnya. Terapi obat itu tentunya diikuti dengan menjalani gaya hidup sehat dan olahraga teratur.

"Yang terpenting, penyakit ini diketahui sedini mungkin. Belum ada komplikasi atau gangguan pada organ vital lainnya," kata Prof Dr dr Agung Pranoto SpPD KEMD, Rabu (2/12/2009).

Konsultan endokrin, metabolic dan diabetes ini mengatakan selain peneliti Universitas Airlangga, peneliti asing juga mengembangkan sel induk ini. "Sebab pengobatan stem cell ini benar-benar terapi yang sangat diharapkan. Tak hanya untuk penderita diabetes, tapi juga penderita lainnya," kata Agung.

Para peneliti di Unair sedang proses meneliti sel induk. Mulai dari gen, sel-selnya, dan bagian sel induk mana yang lebih menjanjikan untuk dijadikan terapi pengobatan. Seperti darah tali pusat dan sumsum tulang belakang. Masing-masing sel induk dari darah tali pusat dan sumsum tulang belakang memiliki kelebihan dan kekurangan. Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(fat/fat)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
86%
Kontra
14%