detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 00:58 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 02/12/2009 08:28 WIB

Terapi Stem Cell Mampu Sembuhkan Diabetes

Fatichatun Nadhiroh - detikNews
Halaman 1 dari 2
Laboratorium stem cell/Icha
Surabaya - Teknologi kesehatan terus berkembang. Saat ini banyak dilakukan penelitian-penelitian yang diharapkan mampu mengobati penyakit-penyakit yang mematikan. Salah satunya penelitian Sel Induk (Stem Cell).

Stem cell bisa menjadi terapi pengobatan masa depan yang sangat menjanjikan. Banyak sekali penyakit yang diharapkan bisa disembuhkan dengan sel induk tersebut. Salah satunya penyakit diabetes mellitus (DM).

Terapi sel induk ini dikhususkan untuk penderita diabetes tipe I yang sudah tergantung pada injeksi insulin. Pada penderita diabetes tipe I, kondisi pankreasnya sudah rusak total.

Untuk pasien diabetes tipe II, ada yang menggunakan terapi insulin. Namun, ada juga yang dengan terapi obat. Tergantung, tingkat kerusakan pankreasnya. Terapi obat itu tentunya diikuti dengan menjalani gaya hidup sehat dan olahraga teratur.

"Yang terpenting, penyakit ini diketahui sedini mungkin. Belum ada komplikasi atau gangguan pada organ vital lainnya," kata Prof Dr dr Agung Pranoto SpPD KEMD, Rabu (2/12/2009).

Konsultan endokrin, metabolic dan diabetes ini mengatakan selain peneliti Universitas Airlangga, peneliti asing juga mengembangkan sel induk ini. "Sebab pengobatan stem cell ini benar-benar terapi yang sangat diharapkan. Tak hanya untuk penderita diabetes, tapi juga penderita lainnya," kata Agung.

Para peneliti di Unair sedang proses meneliti sel induk. Mulai dari gen, sel-selnya, dan bagian sel induk mana yang lebih menjanjikan untuk dijadikan terapi pengobatan. Seperti darah tali pusat dan sumsum tulang belakang. Masing-masing sel induk dari darah tali pusat dan sumsum tulang belakang memiliki kelebihan dan kekurangan. Next

Halaman 1 2
(fat/fat)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%