Berita Lain

Indeks Berita

Gaya Hidup

Kamis, 18/04/2013 10:01

Resep Bahagia Pasutri: Sering-seringlah Bercinta

Gb
Di dunia ini tidak semua hal bisa dibeli dengan uang, misalnya saja kebahagiaan. Tidak harus memiliki harta berlimpah untuk bahagia. Sebab sebuah studi memastikan kebahagiaan pasangan suami istri bisa didapat dari seringnya bercinta.

Kuliner

Sabtu, 13/04/2013 11:35

Pizza dari Biji Alpukat yang Menyehatkan

Gb
Pizza alpukat, mungkin banyak yang belum tahu. Memang pizza rasa baru itu belum populer. Namun sebentar lagi penganan dengan rasa baru dan tentu saja menyehatkan itu akan segera dikenal masyarakat.

Pelajar

Kamis, 21/03/2013 15:37

Pelajar SD Sidoarjo Ingatkan Krisis Air Bersih

Gb
Masyarakat Sidoarjo diingatkan agar waspada akan terjadinya krisis air bersih. Imbauan itu disampaikan puluhan siswa SD Al Muslim Sidoarjo dalam aksi simpatik peduli air.

Cari Penawaran Terbaik di Sini

Selasa, 17/11/2009 15:30 WIB

PCNU Kediri: Film 2012 Mendiskreditkan Islam

Samsul Hadi - detikSurabaya



2012 (Sony Pictures)
Kediri - Penentangan peredaran film 2012 terus meluas. Setelah direaksi MUI Kabupaten Malang, kali ini datang dari Pimpinan Cabang Nahdhltaul Ulama (PCNU) Kota Kediri, yang menganggap sinema layar lebar dengan bintang Jhon Chusack tersebut mendiskreditkan Islam.

Hal ini disampaikan Penasehat PCNU Kota Kediri KH.Anwar Iskandar atau akrab disapa Gus War. Meski belum melihat secara langsung film 2012, Gus War menganggap film tersebut tidak patut dipertontonkan, karena dikhawatirkan akan merusak pola fikir manusia, khususnya umat Islam.

Terlebih, dijelaskan oleh Gus War, dalam salah satu adegan film 2012 terdapat sebuah penyataan yang menyebut seluruh manusia akan meninggal saat kiamat datang, kecuali bagi mereka yang memilih menyelamatkan diri dengan masuk ke dalam gereja.

"Kalau memang informasi yang saya dapat ini benar, cerita film itu kan sangat mendiskreditkan Islam. Bahkan sangat mungkin bukan hanya Islam yang tersakiti, karena disana disebutkan mereka akan mati kalau tidak masuk gereja," jelas Gus War, saat dikonfirmasi detiksurabaya.com melalui telepon selulernya, Selasa (17/11/2009).

Meski demikian, saat ditanya apakah dirinya menentang film 2012 untuk diputar di Kota Kediri dan sekitarnya, Gus War mengaku tidak memiliki wewenang untuk melakukannya.

"Kami ulama hanya menganggap cerita film itu salah. Tapi kalau tanya menolak diputar dan lain sebagainya, itu wewenang pemerintah untuk memutuskannya," terangnya.

Secara terpisah MUI Kota Kediri, dikonfirmasi mengenai beredarnya film 2012 juga memberikan penilaian yang sama dengan PNCU. Sesuai dengan keputusan MUI Pusat, pemimpin cabang di Kota Kediri juga menentang film tersebut untuk diedarkan.

"Kami di daerah tentunya patuh dengan apa yang diputuskan pimpinan pusat. Kalau memang sudah ada larangannya, kami juga akan menjalankannya," ungkap Plt Ketua MUI Kota Kediri, KH Khafabihi Mahrus.

Terkait upaya menolak pemutarannya di Kota Kediri, Kiai Kafa, sapaan akrab KH Khafabihi Mahrus mengaku siap berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Kediri. (bdh/bdh)



Share

Diskusi Cerdas Tanpa Batas bersama warga Surabaya di forum.detik.com regional Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Jl. Opak No. 12 Surabaya
Telp/ Fax: 031 568 0710

Promosi / Event:
Hubungi: Gilang Permana Seta
Email: gilang[at]detik.com

Informasi pemasangan iklan:
Email : sales[at]detik.com