detikcom
Kamis, 29/10/2009 08:35 WIB

Video Mesum 'Anak Kost' Goyang Banyuwangi

Irul Hamdani - detikNews
Foto: Irul Hamdani
Banyuwangi - Beberapa hari terakhir, masyarakat Banyuwangi dan sekitarnya dihebohkan dengan peredaran video mesum yang diperankan sepasang remaja. Bahkan kabarnya pemeran wanita dalam rekaman itu salah satu siswi SMP di Kecamatan Giri.

Rekaman berdurasi 10 menit 56 detik itu beredar dari HP satu ke HP lainnya. Siapa yang pertama kali menyebarkan video itu tidak ada yang tahu.

"Saya dapat dari HP teman saya juga, katanya siswa SMP di Giri," kata Budi salah pelajar SMP sambil menunjukkan video mesum itu kepada detiksurabaya.com, Kamis (29/10/2009).

Dalam video itu wajah kedua pemeran itu sangatlah jelas. Dilihat dari fisiknya, si wanita masih berusia kisaran usia anak SMP. Sang pemeran laki-laki diperkirakan seusia pelajar SMA.

Dari gambar rekaman itu keduanya terlihat sangat lihai. Polisi yang menerima laporan dari warga langsung melakukan penyelidikan. Namun kebenaran informasi itu sepertinya masih jauh dari benar. Pasalnya, kabar jika pemeran wanitanya siswi SMP di Kecamatan Giri masih simpang siur.

Tak ada yang tahu pasti siapa sebenarnya aktor dari video yang berjudul 'Anak Kost' itu. Polisi hanya melakukan razia HP pelajar di tiap sekolah SMP maupun SMA. Langkah itu sebagai upaya untuk menangkal peredaran video mesum lebih luas lagi.

"Kita sudah saya cek semua. Tak benar dari SMP di Kecamatan Giri," kata Kapolsek Giri AKP Wan Sutanto saat dikonfirmasi.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(wln/wln)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
57%
Kontra
43%