detikcom
Sabtu, 24/10/2009 09:56 WIB

Pendaftaran Gerak Jalan Mojokerto-Surabaya Dibuka

Fatichatun Nadhiroh - detikNews
Illustrasi
Surabaya - Memperingati Hari Pahlawan, Dinas kepemudaan dan Keolahragaan (Dispora) Jatim menggelar Gerak Jalan Perjuangan Mojokerto-Surabaya. Dengan jarak tempuh 55 km dengan perhitungan waktu 6 km/jam

Gerak jalan yang digelar 14 November 2009 mendatang, dengan start Alun-alun Kota Mojokerto pukul 15.30 WIB dan finish di Tugu Pahlawan Surabaya. Dengan kategori beregu (putra atau campuran) dan perorangan. Batas usia minimal 17 tahun peserta beregu (putra dan putri), usia minimal 25 tahun perorangan putri dan usia minimal 30 tahun untuk perorangan putra.

"Kegiatan gerak jalan berskala nasional ini menjadi agenda tahunan Provinsi Jatim yang digelar saat Hari Pahlawan," kata Kepala Dispora Jatim, Ali Saroni, Sabtu (24/10/2009).

Dia menambahkan, masyarakat yang ikut serta bisa mendaftarkan diri ke Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Provinsi Jawa Timur Jalan Kayon 56 Surabaya mulai 19 Oktober-10 November 2009. Dengan pendaftaran beregu sebesar Rp 25 ribu dan perorangan Rp 10 ribu.

Bagi peserta yang tidak mampu menyelesaikan gerak jalan hingga pos yang ditetapkan, pihak panitia menyediakan angkutan berupa truk yang selalu bergerak dan memantau seluruh peserta (pasukan penyapu ranjau) dan akan diantar ke pos terdekat. Selain itu menyediakan pelayanan medis mobil ambulance.

Sementara start dilakukan di Alun-alun Mojokerto, Jalan Majapahit, Jalan Bhayangkara, Jalan Gajah Mada, Jalan Raya Ajinomoto, Depan Pabrik Tjiwi, Krian, Sepanjang, Karangpilang, Jalan Gunungsari, Terminal Joyoboyo, Kebun Binatang, Jalan Diponegoro, Jalan Pasar Kembang, Jalan Kedung Doro, Jalan Blauran, Jalan Bubutan, Jalan Pahlawan, Jalan Kebun Rojo dan finish Jalan Pahlawan Kantor Gubernur.

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(fat/fat)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%