detikcom
Selasa, 13/10/2009 10:37 WIB

Kasus Pencabulan

Keluarga Korban dan FPI Desak Sidang Kiai Ibad Dilanjutkan

Zainal Effendi - detikNews
Foto: Zainal Effendi
Surabaya - 100 massa dari Front Pembela Islam (FPI) dan keluarga korban pencabulan yang dilakukan oleh Kiai As'ad pimpinan Yayasan Almukhlashin Ibadurrahman (Ya Ibad) mendatangi Pengadilan Negeri Surabaya di Jalan Arjuna, Selasa (13/10/2009).

FPI dan keluarga korban mendesak majelis hakim untuk tetap berada di jalur kebenaran dan menghukum Kiai As'ad.

Yani Aminah salah satu keluarga korban pencabulan mendesak dan meminta kepada majelis hakim, jaksa agar tidak mengantung kasus yang telah membuat anak-anak mereka kehilangan masa depan.Yani Aminah berharap persidangan dilanjutkan kembali agar tidak berlarut-larut penanganan kasus itu.

"Sampai kapan kita harus menunggu kepastian hukum terhadap korban kiai bejat. Saya meminta kepada jaksa untuk segera melakukan penahanan agar tidak jatuh kembali korban pencabulan," tandasnya di sela-sela aksi unjukrasa.

Dalam aksinya mereka membawa poster yang bertuliskan, "Kami keluarga telah dipermainkan oleh penegak hukum yang tidak takut Allah. JPU harus berpihak pada kami. Kiai As'ad dukun cabul dan bejat yang mengaku Islam".

Akibat aksi ini arus lalu lintas di sekitar PN menjadi tersendat. Ini dikarenakan satu jalur di depan PN digunakan tempat unjukrasa. Polisi dari Polres Surabaya Selatan tampak berjaga.

Kasus pencabulan yang melibatkan Kiai Ya Ibad alias Muhammad As'ad ditunda. Penundaan ini dikarenakan kondisi kesehatan As'ad yang sedang sakit. Kiai As'ad dituding melakukan pencabulan terhadap 17 santri cilik. Hingga saat ini kasus itu belum disidangkan.

Kasus ini mencuat pada bulan Mei tahun 2008 lalu setelah beberapa orangtua santri melaporkan pencabulan itu ke polisi.

Indonesia jadi surga pelaku pedopilia dunia. Saksikan di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(wln/wln)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%
MustRead close