Selasa, 29/09/2009 12:59 WIB

Sumur Tempat Lele Misterius Diyakini Terdapat Harta Karun Majapahit video foto

Tamam Mubarrok - detikNews
Gresik - Sumur telaga Dusun Karang Malang, Desa Karang Semanding, Kecamatan Balong Panggang, Gresik, juga memiliki kisah misterius lainnya. Di mata paranormal setempat, lokasi itu diyakini banyak harta karun yang tertutupi oleh kekuatan jin dan ular gaib.

"Dari hasil semedi selama ini, di sumur itu banyak harta karun. Mulai dari kursi emas hingga hiasan keemasan lain," kata Syueb Munarman (53), seorang paranormal Dusun Karang Malang kepada detiksurabaya.com di rumahnya, Selasa (29/9/2009).

Meski banyak harta karun, tapi warga tidak bisa dengan mudah mengambil harta karun itu dari sumur. Sebab di dekat sumur itu, terdapat seekor ular besar yang siap menelan siapa saja yang mendekat. "Tapi itu di dunia gaib. Kasat mata tidak terlihat," jelas Syueb.

Menurut Syueb, letak harta karun itu berada tepat di bawah gundukan tanah di bawah pohon. Pohon itu terletak persis di lerang sumur telaga. "Jadi di bawahnya itu ada semacam meja besar, yang kalau di lihat mata biasa, berupa lereng sumur," kata Syueb.

Untuk melihat harta karun itu, diperlukan ritual khusus. Di antaranya berpuasa selama 40 hari yang diakhiri di pasaran hari malam Jumat Legi dalam penanggalan Jawa. Namun jika tidak kuat, malah bisa pingsan saat melihat lokasi itu di alam gaib.

Meski tidak ada bukti sejarah, namun Syueb memperkirakan harta karun itu merupakan sisa-sisa kejayaan Kerajaan Majapahit. Sebab kawasan itu diyakini sebagai jalur darat antara Kerajaan Majapahit dengan Giri Kedaton, tempat Sunan Giri.

"Bisa saja itu disembunyikan atau karena satu dan lain hal, lalu harta itu tertinggal di situ. Tapi kebenarannya, hanya Gusti Allah yang tahu," pungkas Syueb.

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(bdh/bdh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
57%
Kontra
43%