detikcom
Kamis, 20/08/2009 16:44 WIB

Kalahkan Harta Gubernur, Kekayaan Bupati Nganjuk Capai Rp 15 M

Rois Jajeli - detikNews
Foto: Rois Jajeli
Surabaya - Harta kekayaan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim Soekarwo-Syaifulah Yusuf (Gus Ipul) kalah dibandingkan kekayaan Bupati Nganjuk Taufiqurrahman. Laporan harta kekayaan Taufiqurrahman mencapai lebih dari Rp 15 miliar. Sedangkan Soekarwo sekitar Rp 8 miliar dan Gus Ipul mencapai Rp 6 miliar.

Meski begitu, Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan Moch Jasin mengaku laporan kekayaan pejabat publik sebagai salah satu bentuk transparansi dan akuntabilitas pejabat publik.

"Sebagaimana yang tertuang pada pasal 5 UU No 28 tahun 1999 tentang penyelenggara negara yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme. Setiap penyelenggara negara berkewajiban untuk melaporkan dan mengumumkan kekayaannya sebelum dan setelah menjabat," kata Moch Jasin kepada wartawan saat pada acara pengumuman harta kekayaan penyelenggara negara yang dihadiri Gubernur Jatim Soekarwo, Wagub Jatim Saifullah Yusuf, Bupati Nganjuk Taufiqurrahman, Walikota Kediri H Samsul Ashar di Hotel Elmi Surabaya, Kamis (20/8/2009).

Dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara negara (LHKPN), kekayaan Soekarwo Rp 8.934.952.000, Gus Ipul Rp 6.203.269.917, Bupati Nganjuk Taufiqurrahman Rp 15.746.397.166, Walikota Kediri Samsul Ashar Rp 12.534.915.476 dan Bupati Jombang Suyanto Rp 6.959.661.731.

Gus Ipul sempat berkelakar, menjadi pejabat itu susah dan harus mentaati peraturan yang berlaku seperti membuat laporan harta kekayaannnya. "Untuk kesekian kalinya sudah saya sampaikan. Biar saja saya sampaikan dan biar semua tahu jadi pejabat itu angel (susah), yo ngono yo ngene (harus seperti ini, seperti itu)," katanya yang disambut tawa para wartawan.

Sementara harta Bupati Nganjuk meningkat sekitar 20 persen setelah dilakukan penghitungan ulang yang belum dilaporkan seperti menerima warisan. Sementara Walikota Kediri hartanya akan meningkat sekitar 10 persen dari hasil kepemilikan saham 50 persen di STIKES, kepemilikan radio swasta di Kediri.

Mendapatkan laporan itu, Moch Jasin meminta para pejabat secepatnya melaporkan harta kekayaannya yang belum dilaporkan. "Kami mengimbau harta-harta yang belum dimasukkan segera dilaporkan," jelas Jasin.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(roi/fat)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%